Inspirasi

Mualaf: Shalat Buat Makin Dekat Dengan Penguasa Jagat Raya

Ilustrasi Google

Aceh Gemilang | Tina Stylianidou punya saran untuk setiap mualaf. “Lihat segala sesuatu dengan mudah, jangan persulit diri sendiri,” ucap dia, seperti dilansir Onislam.net, Senin (15/8).

Ilustrasi Google
Ilustrasi Google

Tina juga seorang mualaf, mengaku awalnya kesulitan untuk melaksanakan kewajiban sebagai seorang Muslim. Salah satunya, kewajiban shalat lima waktu. Saat itu, Tina masih belum memenuhi kewajiban itu dengan baik. Perlahan tapi pasti, dengan serius mempelajari ajaran Islam dan Muslim. Ia mulai melaksanakan shalat lima waktu.

“Awalnya saya tidak melaksanakan kewajiban itu. Kemudian, dalam hati saya berkata, apakah saya sudah berkomitmen dengan dua kalimat yang saya ucapkan atau saya termasuk orang kafir,” kenang dia.

Tina kemudian tersadar, Islam seperti sebuah bangunan yang didukung lima pilar. Satu pilar tidak ada, maka bangunan itu akan lemah dan akhirnya ambruk. Tina mulai sadar akan kesalahanya itu. “Saya meyakinkan diri dengan mencari tahu mengapa setiap Muslim diwajibkan untuk shalat,” kenang dia.

Dalam Alquran yang dibacanya, ada satu ayat yang mengatakan shalat merupakan satu cara mengingat Allah. Kata mengingat ini memiliki makna yang luas, dimana manusia kerap lupa akan penguasa jagat raya. “Banyak saya lihat, kita begitu sibuk dengan kehidupan dunia. Satu hal yang memungkinkan setan masuk ke dalam jiwa. Inilah manfaat dan pentingnya shalat. Teknologi tidak akan menandingi manfaat dari pentingnya shalat,” kata dia.

“Shalat juga mencegah seorang Muslim terhindari dari dosa,” ucap dia.

Tina mengatakan shalat juga melatih manusia displin waktu. Sementara, shalat berjamaah, satu bentuk kebersamaan, persatuan dan kesetaraan dikalangan umat Islam. “Rasulullah pernah berkata seperti yang diriwayatkan Ahmad, setiap Muslim shalat mencari keridhaan Allah, dosanya berguguran layaknya daun pohon,” ucap dia.

“Saya dapat pada satu kesimpulan, shalat bukanlah membebani umat manusia, melainkan satu kebutuhan untuk mengenal dan dekat dengan Allah,” ucap dia.

Sewaktu belum memeluk Islam, Tina selalu iri melihat seorang Muslim shalat dan berdoa. Satu cara komunikasi langsung dengan sang Pencipta.

Sumber: Republika.co.id