GALERI Inspirasi Uncategorized

Afriwanda Pendiri Bimbel ALC, Dari Pramuka Sampai ke Korea

 

ACEHGEMILANG.COM,  santri indetiknya adalah belajar mengaji semata di dayah. Tidak demikian halnya bagi Afriwanda , santri Dayah Jeumala Amal (DJA) Lueng Putu, Pidie Jaya.

Meski sehari-hari tak luput dari belajar Alquran hingga kitab gundul kuning, tetapi siswa kelas III jurusan IPA Madrasah Aliyah DJA ini mendapat kesempatan ikut jambore tingkat internasional ke Korea Selatan.

Putra kelahiran Matangglumpang Dua, 24 April 1994 ini adalah satu dari dua orang duta dari Aceh peserta Asia Pasifik Jambore ke-27  di Suchoen, Korea Selatan, pada 4-10 Agustus 2010.

Terpilihnya Afriwanda ke ajang dunia itu, salah satu membawa nama harum DJA. Pada saat itu dia juga salah seorang utusan Pidie Jaya mengikuti di Scot Camp Seulawah tahun 2010.

Meski baru sekali ikut even akbar itu, anak ketiga dari empat bersaudara dari pasangan Murtala-Irawati ini selalu meraih peringkat tiga besar di kelasnya. Selain itu dia juga meraih juara harapan pertama dalam perlombaan dekorasi khattil MTQ tahun 2009 di Bireuen.

Afriwanda yang fasih berbahasa Arab dan Inggris ini mengaku sangat terkesan dengan peserta jambore dari Afrika Selatan dan Arab Saudi yang hingga kini sering berkomunikasi via email.

“Ada pengalaman unik yang sulit dilupakan, termasuk saat kami kegiatan bakti sosial pramuka di sana. Mereka menjadi perhatian dari masyarakat karena postur bentuk tubuhnya, kalau kita masih sama dengan orang Korea,” ujar pria yang bercita-cita ingin menjadi dosen ini.

Selain itu, prestasi yang diraih pria berkulit sawo matang ini adalah menjuarai olahraga di lingkungan dayah. Salah satunya juara pertama bulu tangkis, tenis meja. Kendati tidak mendapat piala bergilir, namun diakui cukup membanggakan selama nyantri di DJA.

Semangat dimiliki inilah menjadi modal hingga ia selalu meraih ranking tiga besar di kelasnya. Baginya pendidikan agama juga harus nomor satu. Sedangkan pengetahuan umum juga tidak boleh ditinggalkan.

Setelah sukses ikut ajang jambore ke Korea Selatan, Afriwanda sangat berkeinginan bisa datang lagi ke negeri yang telah telah pernah dikunjungi itu. “Ternyata tidak selamanya hidup menjadi santri tidak bisa ikut kemajuan dunia,” tutur pria berhidung mancung ini.

Dalam rekam jejak yang gemilang sejak mengecam ilmu pendidikan sebagai santri hingga menjadi sarjana muda di Fakultas Ekonomi Unsyiah ia kembali mengukir prestasi yang gemilang dalam usianya  yang masih sangat muda Afriwanda di percayakan sebagai Presideng Hypnoterapi Aceh.

 

Menurut Wanda, satu kesenjangan yang selama ini kita rasakan adalah kurangnya pendekatan yang benar dan efektif dalam menjalankan proses pembelajaran. Selama ini kita terpaku pada materi dan hasil pembelajaran.

Kita terlalu sibuk dalam menetapkan tujuan yang ingin dicapai, lalu kita menyusun materi apa saja yang dirasa perlu diajarkan.

Namun, sering kali lupa bahwa dibutuhkan suatu proses tersendiri untuk bisa menjembatani antara kurikulum dan hasil pembelajaran.

Yang terjadi selama ini adalah guru mengajar maka diasumsikan pada saat itu murid akan belajar. Satu asumsi yang salah namun jarang sekali ada orang yang mau repot mempertanyakan dasar asumsi ini.

Berangkat dari keprihatinan inilah seorang pemuda kelahiran Kabupaten Bireuen 1994   ini mendirikan sebuah bimbingan belajar pertama di Aceh yang menerapkan metode belajar  Acclerated Learning

Afriwanda seorang pemuda  yang  Aceh ini memiliki impian yang besar untuk perubahan generasi Aceh dimasa yang akan datang.

Ia yakin dengan metode belajar acclerated  learning ini mampu mencerdaskan si buah hati dalam penguasaan materi

Acclerated learning itu sendiri adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan suatu rangkaian pendekatan praktis dalam upaya meningkatkan hasil pembelajaran dan kondisi yang disukai oleh peserta didik. Sebelum kita membahas tentang model pembelajaran Accelerated Learning (pembelajaran yang dipercepat), ada lebih baiknya kita mengetahui definisi kata demi kata tersebut.

Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau dalam pembelajaran tutorial.

 

biodata:
N a m a   : Afriwanda
Tempat Tgl: Matang Glumpangdua, 24  April 1994
Nama Ayah : Murtala
Nama Ibu  : Irawati
Status    : Sarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah

prestasi:
– Peserta Jambore ke-27 Asia Fasici, Korea Selatan, 2010
– Juara Harapan Khattil MTQ di Bireuen, 2009
– Pasif Bahasa Inggris dan Arab
– Juara Bulutangkis di Lingkungan Dayah

  • Presiden Hynopterapy Aceh
  • Pendiri Bimbel ALC

 

13925036_1047543848666877_1256834088040203021_n14718639_1109094435845151_9082525875647950631_n

Tentang Penulis

theleader

Tambahkan komentar

Klik di sini untuk memberi komentar

%d blogger menyukai ini: