Profil

Peran dan Integritas Pemuda Aceh dalam Pembangunan Aceh Gemilang

Peran dan Integritas Pemuda Aceh dalam Pembangunan Aceh Gemilang

Oleh : Suherman

            Pemuda menjadi garda teredepan dalam pembangunan baik fisik maupun non-fisik. Aceh adalah salah satu daerah yang mempunyai keistimewaan dibandingkan beberapa provinsi lainnya dalam pengelolaan daerah. Sebagaimana yang tertera dalam undang-undang Dasar 1945 dalam Pasal 18 yang secara tersirat setiap daerah mempunyai kewenagan mengolah daerahnya masing-masing dan beberapa daerah yang diberi kewenangan istimewa. Sejak diberlakukannya UU No. 18 tahun 2011 tentang otonomi khusus bagi provinsi Aceh, sejak itu Aceh menjadi menerapkan Syari’at Islam dengan harapan Syari’at tersebut berjalan secara kaffah (menyeluruh) di Aceh.

Merujuk pada sosio-culture masyarakat Aceh, maka sangat tidak sulit untuk menerapkan visi dan misi Syari’at Islam tersebut. Selain hal tersebut faktor sejarah juga mendukung. Karena perjuangan yang sejak lama Aceh diperjuangkan di atas agama Islam. Para pemuda Aceh tumbuh di dalam ruang lingkup yang sangat baik. di mana budaya dan agama berdampingan sangat apik sebagaimana hadih maja (peribahasa) Aceh yang sangat melekat adalah “agama ngen adat lage zat ngen sifat” yang artinya agama dengan adat bagaikan zat dengan sifat yang tidak terpisahkan. Dengan demikian para pemuda Aceh tumbuh dalam kesederhanaan dan ketaatan pada sang pencipta.

Langkah-langkah yang sangat penting dilakukan untuk mengembangkan kemampuan atupun potensi para pemuda untuk berprestasi dan ikut andil dalam pembangunan Aceh menjadi suatu daerah yang bermartabat yakni dengan cara membangkitkan semanagat para pemuda untuk ikut serta berperan dalam proses pembangunan baik fisik maupun non-fisik. Sehingga dapat mewujudkan mimpi besar menjadikan Aceh gemilang pada masa-masa keemasan seperti sekarang ini.

Aceh adalah daerah dengan segudang keistimewaan baik dari segi sumber daya alam maupun manusianya sendiri. Terlihat sendiri bagaimana di Aceh terdapat beberapa perusahaan besar yang berdiri di bidang pertambangan seperti batubara, minyak bumi, dan gas alam. Di bidang lain seperti perikanan, kehutanan, dan pertanian Aceh memiliki kekayaan tersebut. Tak hanya mengandalkan alam di sisi sumber daya manusia Aceh juga memiliki orang-orang hebat dari sejarah penjajahan sampai masa sekarang Aceh terus mengukir prestasi di berbagai bidang. Sejarah telah membuktikan betapa dahsyatnya para pejuang mempertahankan Aceh dari penjajahan, kekuatan Aceh telah diakaui seluruh dunia. Kekeyaan lain yang dimiliki adalah kebudayaan yang sangat beragam menjadikan nuansa khas tersendiri bagi daerah Aceh di mata dunia.

Dengan segala kekayaan tersebut baik alam, budaya, dan manusianya sendiri yang sangta berpotensi. Hal tersebut menjadi sebuah modal bagi generasi sekarang dalam mewujudkan cita-cita mulia melanjudkan perjuangan para pahlawan Aceh untuk mewujudkan Aceh yang gemilang. Sosio historis telah mengajarkan betapa bemartabatnya Aceh di mata dunia, generasi muda saat ini hanya perlu melanjutkan perjuangan para pejuang terdahulu yang pernah sangat berjaja dan dihargai oleh dunia. Akan tetapi, perjuangan sekarang ini sedikit berbeda. Para pemuda saat sekarang diharuskan berjuang dalam ruang lingkup globalisasi yang di mana era ini tantangan yang dihadapi tenunya lebih kompleks dan sangat rumit.

Keragaman budaya yang di miliki mejadi salah satu masalah tersendiri di era globalisasi sekarang ini. Isu hak asasi manusia juga menjadi problem yang tidak dapat dielakan. Atas dasar hak asasi sering sekali konsensus (kesatuan) masyarakat dan ketentraman bersama terusik bahkan mulai luntur dengan munculnya pemikiran-pemikiran idealis yang merasuk pada generasi sekarang. Tentunya permasalahan ini tidak dapat dipandang sebelah mata, jika dibiarkan permasalahan ini akan seperti gunung es yang sewaku-waktu dapat mencair dan merasuk keselurh sendi-sendi kehidupan masyarakt yang akhirnya merusak tatanan dalam kehidupan soaial masayarakat dan lunturnya budaya asli yang sejak lama dipertahankan. Maka dengan demikian budaya lokal akan menghilang selanjutnya akan terjadi culture shock (kegoncangan) di kalangan pemuda yang mengakibatnya muncul masalah dekadensi moral yang akhirnya mencoreng nama besar Aceh sebagai daerah Syari’at Islam.

Masalah tersebut harus diantisipasi sedini mungkin agar tidak benar-benar terjadi. Beberapa cara yang harus dilakukan untuk menjadikan para pemuda yang tangguh dan siap menghadapi kegoncangan budaya yang mulai mendapatkan serangan dari semua aspek. Di antara cara yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :

  1. Penanaman nilai-nilai keimanan
  2. Pengembangan hard skill dan soft skill
  3. Menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan
  4. Menghargai sejarah

Hal pertama yang paling penting adalah menguatkan keimanan, hal ini menjadi sangat penting. Karena untuk menjadi pemuda yang tangguh tidak hanya dibutuhkan intelektual yang memadi akan tetapi kekuatan spiritual lebih diutamakan agar tidak terjerumus pada cara-cara dan tujuan yang salah dalam bertindak. Penguatan iman dibutuhkan juga sebagai benteng ataupun perisai dari terpaan dan hantaman budaya-budaya barat yang sedang populer dan menjadi gejala sosial di masyarakat. Sehingga dengan keimanan kuat yang dimiliki para pemuda menjadikan modal sebagai filter dalam menerima unsur-unsur budaya bau yang masuk.

Hal kedua yang perlu dilakukan adalah pengembangan hard skill melalui pendidikan formal dan soft skill yang dapat diperoleh dari pendidikan keluarga maupun pendidikan di luar keluarga secara informal. Pendidikan formal sangat penting sebagai jati diri yang bermartabat seoang pemuda harus memiliki legalitas maupun latar belakan pendidikan yang baik. selain hard skill yang mempuni seorang pemuda harus mempunya soft skill yang juga tidak bisa dipisahkan dari kempuan intelektual saja. Sangat penting para pemuda memeliki sikap jujur, berakhlak mulia, tanggung jawab dan rasa empaty yang tinggi.

Ketiga, menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan. Integritas sangat diperlukan untuk membangun suatu daerah. Hal ini tentunya tidak dapat dilakukan secara pribadi kedua point di atas telah menjelaskan bagaimana menjadi pribadi yang tangguh. Di poin ketiga ini pemuda diharuskan terintegrasi antara satu dengan yang lainnya dengan potensi yang dimiliki masing-masing untuk menyatukan visi dan misi yang sama dalam sebuah wadah organisasi yang berkontribusi untuk kemajuan pembangunan Aceh. Tentunya organisasi yang dibutuhkan tidak berlawanan dengan tujuan pembangunan Aceh yang gemilang.

Terakhir, hal ini juga tidak kalah penting dalam proses membangun Aceh gemilang yakni mengahrgai sejarah. Aceh berdiri kokoh karena perjuangan hebat para pahlawan Aceh yang sangat gagah dalam menghadang penjajah. Aceh begitu sangat ditakuti dan dihormati oleh para penjajah di masa lampau. Dengan sadar akan adanya hal tersebut sudah sepantasnya pemuda di masa sekarang menumbuhkan kepercayaan diri nya bahwa sebagai pemuda Aceh memiliki titisan semangat para pejuang dahulu. Sekarang saat nya melanjutkan estafet perjuangan para pejuang terdahulu yang mampu menjadikan Aceh sebagai suku bangsa yang sangat dihargai.

Keempatan cara-cara tersebut akan mampu menjadikan pemuda Aceh sebagai generasi yang gemilang apabila disosialisasikan sedini mungkin terhadap generasi pemuda yang masih dalam masa peralihan yakni para remaja. Karena para pemuda adalah tonggak kemajuan suatu bangsa sebagaimana sejarah telah mencatat lahirnya pemuda-pemuda hebat dalam pencapaiaan kemerdekaan Indonesia secara utuh yang dideklarasikan melalui sumpah pemuda. Pada saat sumpah pemuda itu diikrarkan pada 20 Oktber 1928 para pemuda menyadari bahwa persatuan dan sesatuan serta kemajuan adalah dibutuhkannya konsensus dalam membangun suatu bangsa yang hebat. Begitupula seharusnya yang dilakukan oleh pemuda Aceh sudah saat salaing bahu membahu dalam membangun Aceh ini bukan lagi masalah glangan A atau B tetapi ini demi kepentingan bersama dan untuk kemajuan Aceh sebagai warisan lelulur dan tetap menjadi warisan kelak ke anak cucu.

Dengan demikian, kerja sama antara semua kalangan sangat dibutuhkan dalam menciptakan pembangunan Aceh yang gemilang. Sistem gotong royong memang sudah sangat terdengan kuno, tetapi hal tersebut masih harus dilakukan demi terseptanya generasi pemuda dan pembanunan Aceh yang Gemilang

“gootong royong adalah paham yang dinamis, lebih dinamis dari kekeluargaan. Kekeluargaan adalah satu paham yang statis, tetapi gotong royong menggambarkan satu usaha, satu amal, satu pekerjaan. Gotong royong adalah perbantingan tulang bersama, perjuangan bantu membatu bersama. Amal buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagian semua. Itulah gotong ryong.” (dikutib dari pidato Bung Karno, 1 Juni 1945)  

Dengan demikian kebersamaan dalam membangun suatu bangsa sangat diumakan. Begitu juga dalam membangun Aceh singkronisasi semua kalangan masyarakat sangat penting agar terwujudnya visi dan misi yang sama. Dalam hal ini pemuda sangat dituntut menjadi pioner perubahan besar.

Salam…

“Pemuda yang berprestasi adalah mereka yang bekerja dengan hati, bukan hanya sekedar mencari sensasi dengan selfie ke sana-sini. Pemuda memberi bukti bahwa semua bukan sekedar janji-janji dan bayang ilusi. Pemuda bekerja nyata untuk negeri sebagai bukti pengabdian diri.” (Muhammad Suherman Shah, S.Sos)

About the author

theleader

11 Comments

Click here to post a comment