Uncategorized

Optimalisasi Peran Pemuda Aceh Dalam Menghadapi MEA dan Membantu Perekonomian Daerah Melalui Pemberdayaan Ekonomi Kreatif

 

Optimalisasi Peran Pemuda Aceh Dalam Menghadapi MEA dan Membantu Perekonomian Daerah Melalui Pemberdayaan Ekonomi Kreatif

Oleh Putri Ghina Marla

 

Pemuda adalah agen perubahan (agent of change), dimana tongkat estafet peralihan suatu peradaban terletak di pundak mereka. Baik buruknya nasib umat kelak, bergantung pada kondisi pemuda sekarang ini. Seperti apa yang dikatakan Bung Karno, “Berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”. Pemuda memiliki peranan yang besar  untuk melakukan suatu perubahan dan untuk menjaga harkat-martabat bangsa serta untuk memajukan bangsa dan negara. Peradaban dan kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh kualitas dan mentalitas pemudanya. Oleh karena itu,  kita sebagai pemuda harus sadar akan peran dan tanggung jawab kita untuk menghilangkan atau mengurangi terjadinya dekadensi moral, pengangguran, kemiskinan, dan kekerasan serta narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya pada diri pribadi agar terwujud generasi muda yang berkualitas, cerdas, kreatif, inspiratif, dan inovatif untuk kemajuan bangsa dan daerah asal kita tentunya.

Persaingan ekonomi dunia yang semakin ketat mengharuskan kita sebagai pemuda yang khususnya berasal dari daerah Aceh harus dapat membuka mata dan beranjak dari ”tidur panjang”. Kini saatnya pemuda membangun daerah sesuai kapasitasnya, sehingga akan terwujud kehidupan masyarakat yang lebih baik dan yang menjadi harapan masyarakat secara bersama.

Salah satu solusi yang dapat dilakukan guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah Aceh yaitu dengan pemberdayaan ekonomi kreatif sehingga mampu bersaing dalam menghadapi MEA dan akhirnya diharapkan dapat membantu perekonomian daerah. Di kancah dunia itu sendiri kini telah memasuki era ekonomi yang ke-empat yaitu ekonomi kreatif. Industri kreatif yakni penempatan kreativitas dan inovasi sebagai hal yang paling memberikan pengaruh positif dalam pertumbuhan ekonomi. Di Indonesia, industri kreatif merupakan pemberdayaan kreativitas, bakat, dan keterampilan tiap individu yang kreatif. Pemberdayaan yang dimaksud adalah tiap individu yang memiliki ide-ide kreatif dalam perindustrian kemudian direalisasikan menjadi sebuah indutri yang riil dan selanjutnya dapat memberikan kesejahteraan rakyat karena terbukanya lapangan pekerjaan yang baru.

Aceh merupakan salah satu daerah yang memiliki sumber daya alam yang melimpah dan beragam, sumber daya manusia yang banyak sehingga terciptanya keberagaman ide dan daya cipta yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan ekonomi kreatif, serta jangkauan pasar yang luas dan tersebar di seluruh wilayah Aceh yang mungkin nantinya dapat merambah ke Indonesia bahkan sampai ke luar negeri. Oleh karena itu, pemuda Aceh tidak boleh kalah bersaing dibandingkan pemuda dari daerah-daerah lainnya. Penduduk Aceh yang terkenal cukup konsumtif juga memicu perkembangan ekonomi kreatif di daerah Aceh sendiri.

Seperti yang diketahui dari Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh jumlah penduduk Aceh tahun 2016 berjumlah 5.096.248 jiwa, sedangkan jumlah usia produktif menurut sebuah berita online berjumlah 2.182. 824 jiwa, dan sungguh disayangkan setengah dari jumlah usia produktif tersebut masih berstatus pengangguran. Melihat dari data tersebut, jumlah penduduk yang berusia produktif hampir setengah dari jumlah penduduk Aceh keseluruhan. Ini merupakan potensi yang baik bagi pemuda untuk dapat membangun dan mengembangkan ekonomi kreatif di kalangan masyarakat Aceh sendiri. Lapangan kerja di Aceh juga sangat terbatas, dimana jumlah mahasiswa yang baru menyelesaikan perkuliahan sangat tinggi dibandingkan dengan jumlah lapangan kerja yang tersedia, sedangkan mereka harus bersaing lagi demi mendapatkan suatu pekerjaan yang mereka inginkan. Kebingungan inilah yang akhirnya berujung pada tingginya jumlah pengangguran yang ada di Aceh. Oleh karena itu dibutuhkan peran dan tanggung jawab pemuda Aceh yang seharusnya dapat memcahkan dan menyelesaikan permasalahan ini dengan pemberdayaan ekonomi kreatif.

Beberapa cara yang dapat dilakukan pemuda guna mengembangkan ekonomi kreatif adalah mampu berpikir kreatif dalam hal berbisnis. Dewasa ini pemuda telah mampu berpikir kreatif terbukti dengan banyaknya wirausahawan muda baru membuka bisnisnya yang merupakan hasil refleksi kreativitasnya. Pemuda yang telah memiliki suatu ide harus berani untuk merealisasikan ide kreatifnya tersebut kedalam suatu bisnis. Tidak peduli banyaknya rintangan yang akan dihadapinya, seorang pemuda harus mampu meralisasikan bisnisnya. Tidak peduli resiko apa yang akan dialaminya, Seorang pemuda kreatif harus berani membuka bisnisnya. Karena secemerlang apapun suatu ide, akan hanya menjadi suatu mimpi apabila tidak ada upaya untuk merealisasikannya. Pemuda harus memiliki sifat yang kuat dan tangguh. Hal ini sangat diperlukan karena didalam suatu bisnis tidak akan pernah selamanya berjalan mulus, pasti ada halangan dan rintangan yang mungkin akan datang padanya.

Pemuda harus kuat dan tangguh mempertahanakan dan mengupayakan bisnisnya agar tidak bangkrut. Apalagi di era sekarang dimana persaingan bisnis sangat ketat. Pemuda harus kuat untuk mempertahankan bisnisnya. Pemuda tidak harus memiliki pengalaman tetapi harus mempunyai modal keberanian dalam bertindak. Untuk menciptakan generasi muda seperti itu, dibutuhkan dukungan dari pemilik modal dan perbankan, selain itu juga diperlukan pelatihan untuk mengembangkan usaha dengan baik.

Salah satu keahlian yang belum diketahui oleh orang awam sekarang ini adalah penggunaan aplikasi-aplikasi big data, dan google trends dalam bidang e-commerce yang sangat membantu para pengguna ekonomi kreatif dalam mengimplemetasikan ide-ide atau kreatifitasnya dalam hal berbisnis atau yang lainnya. Dengan menggunakan salah satu aplikasi dari big data tersebut, nantinya dapat digunakan untuk meng-crwaling data-data konsumen, perusahaan, dan lain sebagainya, sehingga dapat mengetahui apa yang sedang banyak dicari dan diminati oleh konsumen atau masyrakat-masyarakat sekarang ini. Juga dapat melihat permintaan pasar dan lain sebagainya. Ini sangat menguntungkan bagi ekonomi kreatif seperti, Entrepreneur dan pembisnis yang bermain di sosial media untuk mempromosikan bisnisnya.

Dewasa ini, yang sangat menjadi perhatian masyarakat adalah yang berkenaan dengan tempat liburan dan rekreasi. Aceh memiliki peluang dari segi pariwisata khusunya pantai yang dapat menambah pendapatan daerahnya, tetapi sangat disayangkan dibandingkan pantai didaerah lain, Sabang belum terlalu diminati oleh para turis. Inilah saatnya pemuda harus peka akan peluang yang ada disekitarnya. Insfrastruktur dan fasilitas tempat wisata yang sudah tidak terawat seharusnya dapat dikembangkan dan dijaga agar turis-turis ataupun pengunjung dari luar daerah tertarik untuk datang dan berlibur ke Aceh. Pemuda dapat bekerjasama dengan pemerintah dalam membangun tempat wisata dan lebih memperkenalkan wisata-wisata yang ada di Aceh dengan menggunakan ekonomi kreatif tentunya. Lebih memperkenalkan dan mempromosikan wisata Aceh di social media, atau dapat berupa aplikasi yang nantinya akan membantu orang-orang dari luar Aceh untuk mengetahui dan mudah untuk mengakses perjalanan jika mereka hendak ingin berlibur ke Aceh. Karena diluar sana masih banyak orang-orang yang ingin berlibur ke Aceh, tapi masih sangat kurang sumber informasi dan pengetahuannya tentang pariwisata yang ada di Aceh

Selain gagasan membangun bisnis online di sosial media, gagasan lain yang dapat dijalankan oleh pemuda dalam pemberdayaan ekonomi kreatif dapat berupa aplikasi yang dapat membantu para wisatawan untuk mengetahui wisata-wisata apa saja yang ada di daerah Aceh. Konten didalam aplikasi tersebut meliputi, fasilitas yang ditawarkan, bagaimana akomodasi agar wisatawan bisa sampai kesana, biaya yang harus dikeluarkan oleh wisatawan, beragam kuliner aceh yang ditawarkan dan konten lainnya sehingga masyarakat-masyarakat Indonesia dapat mengenal dan mudah mengaksesnya. Sebelum pembutan aplikasi tersebut, kita sangat membutuhkan segment, target, dan posisi pasar yang nantinya aplikasi tersebut dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Untuk melihat peluang apakah masyarakat diseluruh dunia memiliki ketertarikan dan keingintahuan terhadap wisata aceh, pantai aceh dan kuliner aceh. Kita dapat menggunakan google trends untuk  mendapatkan data tentang seberapa besar statistik penduduk diseuruh dunia yang ingin mencari tahu tentang wisata aceh, pantai aceh, dan kuliner aceh di google. Berikut screenshot mengenai data tersebut dari google trends:

 

Dari data diatas, kita dapat mengetahui ternyata ada rasa keingintahuan masyarakat dari seluruh dunia tentang wisata, pantai, dan kuliner aceh. Ini menjadi peluang besar bagi pemuda-pemuda Indonesia untuk dapat memanfaatkan peluang ekonomi kreatif ini sehingga dapat bekerjasama dengan pemerintah sehingga dapat menarik perhatian masyarakat luar agar banyak turis luar yang ke Aceh dan menambah pendapatan daerah.

Sumber daya yang terdapat di Aceh juga tidak kalah dengan daerah lainnya, hasil laut yang melimpah sebenarnya dapat dimanfaatkan oleh pemuda-pemuda Aceh untuk didistribusikan ke seluruh daerah di Indonesia. Karena masih banyak daerah di Indonesia yang sulit untuk mendapatkan pasokan ikan dikarenakan letak wilayahnya yang jauh dari laut. Peluang seperti juga dapat dimanfaatkan dengan adanya aplikasi yang dapat membantu menditribusikan ikan dari Aceh ke seuruh daerah di Indonesia. Dibutuhkan pemuda yang ahli di bidang teknologi informasi agar dapat tercapainya pembuatan aplikasi tersebut, dan juga tentu perlu adanya investor-investor yang akan menamankan modalnya di sektor pendistribusian ikan ini.

Berdasarkan segala hal yang dijelaskan dalam UU. No. 40 tahun 2009 Tentang “Kepemudaan”, dapat kita ketahui bahwa pemerintahlah yang wajib menyelenggarakan program-program dalam hal menyadarkan, memberdayakan, dan pengembangan diri Pemuda. Untuk Program-program tersebut, Pemerintah daerah Aceh betul-betul harus memaksimalkan program-program sinergis itu secara optimal, karena pada saat ini banyak pemuda-pemuda yang tidak sadar akan apa seharusnya beban dan tanggung jawab yang harus ia pegang sebagai pemuda. Jika memang pemerintah tidak optimal dalam memaksimalkan program-program tersebut, maka artinya pemerintah kita saat ini memang tidak lagi memperhatikan masa depan daerah, bangsa, dan negaranya. Apalagi di era globalisasi seperti sekarang ini, kebanyakan yang rusak akibat dari kemajuan IPTEK di era globalisasi ini adalah generasi-generasi muda. Hal ini bisa terjadi karena kurangnya koordinasi dan pengawasan yang baik antara pemerintah, orang tua, dan masyarakat terhadap para pemuda-pemuda di daerah. Tentunya tanpa kesadaran dari kita semua, maka kita tidak dapat mengubah kebiasaan itu dari kehidupan kita, sehingga cita-cita dari kita semua  masyarakat Aceh akan pupus karena pencerminan masa depan suatu negara berada ditangan para generasi mudanya.

Ketika pemuda siap untuk menjalankan ekonomi kreatif dan memperkenalkan kepada masyarakat-masyarakat di Aceh,  seperti inilah pemuda yang diharapkan bisa membangun Aceh yang lebih gemilang lagi kedepannya. Sehingga nantinya pemuda Aceh mampu mendesak paradigma atau pola berpikir masyarakat dari yang tadinya bagaimana caranya dapat diterima sebagai karyawan di suatu perusahaan dan menjadi kaya, menjadi bagaimana caranya agar menjadi kaya tanpa menjadi karyawan. Modal akan datang atau bertambah sendiri kalau kita tunjukkan keberanian bisnis dan kualitas produk yang kita berikan. Yang mahal itu niat, tidak perlu takut, nyemplung dulu, karena yang sulit diawal bukanlah modal, melainkan melawan diri sendiri. Hal inilah yang akhirnya mendorong pemuda untuk mampu menciptakan sesuatu yang kreatif guna untuk mensejahterakan dirinya dan masyarakat Aceh.

About the author

theleader

39 Comments

Click here to post a comment