Profil

Memaknai Momentum Ramadhan

Ramadhan,ibadah atau sekedar seremonial ?

oleh Septian Fuji Syukri

Lebih kurang lima belas hari lagi kita akan memasuki bulan suci ramadhan 1438 H ,yaitu suatu bulan yang sangat di tunggu tunggu oleh seorang muslim untuk melaksanakan ibadah kepada Allah swt.terutama ibadah berpuasa disiang ramadhan. Bulan ramadhan adalah bulan dimana kita di ajarkan menahan diri dari segala hal hal yang menggangu diri kita untuk meningkatkan gairah ibadah.terlepas dari itu seringkali kita melihat bahwa nilai nilai yang di ajarkan bulan ramadhan justru hanya menjadi sebuah seremoni semata dengan berbagai aspeknya.

sebelum bulan ramadhan kita melihat dan menyaksikan berbagai aspek kehidupan secara tiba tiba berubah total menjadi sesuatu yang islami,baik itu kalangan profesi seperti artis,dan media media cetak dan elektronik berlomba lomba untuk mempublikasikan sesuatu yang identik dengan ajaran agama islam.karena bulan ramahan di jadikan sebagai ladang bisnis untuk meraup keuntungan yang banyak.para artis justru berubah total menjadi berbudaya yang islami dan mengisi acara acara islami di stasiun televisi dll.bahkan satu bulan sebelum masuknya bulan ramadhan beberapa stasiun televisi secara spontan menayangkan dan mengiklankan produknya dengan cara memakai budaya islam.

Bulan ramadhan adalah bulan yang istimewa dari beberapa bulan yang lainya,di bulan yang suci ini umat muslim di perintahkan untuk melaksanakan salah satu ibadah wajib yaitu berpuasa di siang ramadhan dan melaksanakan ibadah sunnah lainnya seperti sholat malam.kita di anjurkan untuk meningkatkan gairah ibadah di bulan suci ini,namun siring berkembangnya zaman maka ajaran ajaran yang di perintahkan itu justru akan semakin memudar sehingga orang akan mengenal bulan ramadhan sebagai bulan pesta pora,bulan untuk bersenang senang dll. Dan semakin hari ajaran ajaran yang sesungguhnya di perintahkan di bulan ramadhan akan terkikis oleh ajaran ajaran yang berkulturasi dengan ajaran islam.sehingga para akademisi dan kaum intelektual justru akan terbawa arus dan salah mengartikan islam moderen sesungguhnya.

perayaan menyambut ramadhan yang berlebihan juga tidak boleh di lakukan tanpa niat beribadah kepada Allah swt.karena merayakan penyambutan ramadhan secara berlebihan justru akan menghilangkan nilai nilai utama dalam bulan yang suci itu sendiri.bulan suci ramadhan adalah bulan ibadah,dan dilarang untuk berpesta pora atau hanya sekedar perayaan saja.karena ini adalah perbuatan yang sangat merugi bagi kaum muslimin.

Kekhusyukan dalam beribadah dan niat yang tulus mengharap ridha Allah swt. harus di utamakan dalam bulan ramadhan.karena bulan ramadhan akan terlihat spesial jika kita meningkatkan aktifitas ibadah kita kepada Allah swt. Namun akan sangat percuma jika bulan ramadhan hanya di jadikan sebagai seremonial atau perayaan semata.segala aktifitas positif yang kita lakukan di bulan ramadhan akan bernilai ibadah kepada Allah swt. Baik itu tidur,bekerja,belajar,menyiapkan hidangan berbukan bahkan terlebih lebih adalah membaca Al-quran.

Bulan ramadhan adalah bulan dimana kita akan di didik menjadi pribadi yang bersyukur akan karuniaNya,hidup sederhana,tabah,berhati-hati dalam berbuat,peduli sesama,mempererat sillaturrahmi,dan melatih disiplin waktu.agar bulan ramahan tidak menjadi sebuah seremoni semata tentu kita harus betul betul memahami maksud dari bulan ramadhan itu sendiri,dan melakukan aktifitas sesuai dengan yang telah di perintahkan.

       Oleh karena itu sebelum masuknya bulan suci ramadhan 1438H nanti maka ada beberapa      persiapan yang perlu kita ketahui agar aktifitas ibadah kita di bulan suci kali ini lebih baik dari sebelumnya.

 1.Persiapan hati

        Bulan ramadhan adalah bulan yang sangat tepat untuk memperbaiki hati kita untuk beribadah  keepada Allah swt. Maka dari itu kita selaku ummat muslim harus memperbaiki hati kita sebelum masuknya bulan ramadhan. Dengan cara meminta maaf kepada sesama manusia agar kita memasuki bulan suci ramadhan sudah terhindar dari penyakit hati yang akan merusak ibadah kita di bulan suci ramadhan.

  1. persiapan ilmu

       Sebelum masuknya bulan suci ramadhan maka kita di anjurkan untuk mempersiapkan ilmu untuk bulan ramadhan yaitu dengan cara mengali informasi tentang pelaksanaan ibadah puasa,tata cara ibadah dan hal hal yang dapat membatalkan ibadah puasa kita sendiri.dengan adanya ilmu maka insya allah kita bisa untuk beribadah kepada Allah swt. Dengan sempurna,dan itu bisa kita lakukan dengan cara mengikuti pengajian dan tablig akbar di mesjid atau juga dengan menonton siaran siaran yang bisa menambah ilmu kita berkenaan dengan bulan suci ramadhan.

3.persiapan fisik

      Beribadah di bulan suci ramadhan tentu akan terganggu jika seandanya fisik kita sakit,apalagi melaksanakan ibadah puasa maka di butuhkan ketahanan tubuh yang prima untuk kelancaraanya.maka dari itu sebelum masuknya bulan suci ramadhan kita perlu untuk mempersiapkan jasmani kita agar lebih baik dan bisa mendukung pelaksaan ibadah di bulan suci ramadhan nanti nya.

      Untuk meningkatkan ibadah di bulan suci ramadhan maka kita perlu menghilangkan sikap berlebihan dan gaya kebarat baratan karena dapat merusak tatanan dan nilai utama bulan suci ramadhan.karena hasil dari bulan ramadhan adalah mencapai derajat taqwa.Dan derajat taqwa itu akan terlihat setelah kita keluar dari bulan suci ramadhan,apakah kita akan lebih baik atau justru malah semakin buruk,karena bulan ramadhan adalah bulan latihan dimana selama satu bulan penuh kita dilatih dalam berbagai hal dan semua itu akan kita lihat nanti nya setelah kita keluar dari bulan suci ramadhan dan menjadikan bulan ramadhan tahun ini sebagai bulan ibadah bukan sebagai seremoni semata. Dan mudah mudahan bulan suci ramadhan 1438H yang akan kita lalui ini memang betul betul menjadikan kita sebagai pribadi yang bertaqwa dan sesuai dengan tuntunan ajaran islam dan kita juga berkewajiban untuk mempertahankan apa yang telah kita kerjakan selama bulan ramadhan agar menjadi seorang muslim sejati dan berakhlak mulia. Marhabaan yaa ramadhan………….

Penulis adalah Septian Fuji Syukri

Mahasiswa Universitas Malikussaleh 

 Nim : 160220012/ hp: 085298347287