Keislaman

Dibalik Rahasia 3S yang Membuat Manusia Menyesal

ACEHGEMILANG.COM –  RAHASIA 3 KATA YANG MEMBUAT MANUSIA SELALU MENYESAL

  1. Seandainya lebih panjang
  2. Seandainya yang baru
  3. Seandainya semuanya

Sangat banyak orang-orang yang selalu menyesal dengan perbuatan yang telah dilakukannya baik itu kecil maupun besar, bahkan orang yang shaleh pun juga akan menyesal dengan perbuatan baik mereka.

Sebagai contohnya di sebuah desa hiduplah seorang laki-laki yang sudah berkeluarga dan mempunyai anak satu. Keluarga tersebut memang sudah dikenal dengan keluarga yang sangat shaleh bahkan tidak ada keluarga yang lebih baik dari keluarga tersebut. Hingga pada akhirnya keluarga tersebut di timpa musibah yaitu meninggalnya bapak tersebut, pada saat mau meninggal beliau selalu berkata “Seandainya lebih panjang” “ Seandainya yang baru” “ Seandainya semuanya” beliau selalu mengulangkan kata-kata tersebut hingga akhir hayatnya.

Para warga pun merasa heran mengapa beliau mengulangkan kata-kata tersebut beberapa kali. Akhirnya istri nya pun menjawab kata-kata pertama adalah “seandainya lebih panjang” maksudnya adalah ketika suatu hari beliau hendak pergi Salat Jumat ke mesjid, di tengah jalan dia mendapati seorang yang buta, yang hendak menuju ke mesjid pula. Dia pun menuntun si buta hingga tiba di mesjid. Saat sakaratul maut, Allah menunjukkan gambaran pahalanya akan perbuatan baik itu. Dan beliau begitu menyesal karena sebenarnya dia bisa menggapai pahala yang lebih banyak lagi. Maka dia pun berkata: “Seandainya lebih panjang (jalan menuju mesjid yang dilalui dengan si buta…)

Kata-kata kedua adalah “seandainya yang baru” maksudnya adalah suatu kali dalam perjalanan ke mesjid saat akan melaksanakan Salat Subuh, di tengah jalan beliau melihat orang yang kedinginan. Kebetulan saat itu dia membawa baju hangatnya yang baru, selain mengenakan baju hangatnya yang lama. Serta merta dia pun melepas baju hangat yang melekat di badannya, untuk diberikan kepada orang yang kedinginan itu. Dan dia sendiri mengenakan baju hangatnya yang baru. Ketika sakaratul maut, Allah menunjukkan kepadanya gambaran akan indahnya balasan yang diberikan untuk perbuatan baiknya. Maka beliau pun menyesal, karena dia hanya memberikan baju bekas yang sudah dipakainya. Maka dia pun berkata: “Seandainya yang baru…”

            Kata-kata ketiga adalah “seandainya semuanya” maksudnya saat suatu malam, isteri beliau menyiapkan makan malam berupa sepotong roti yang dilapisi mentega. Ketika hendak memakan roti itu, tiba-tiba datang musafir yang kelaparan mengetuk pintu rumahnya. Kemudian beliau memberikan setengah rotinya kepada si musafir. Saat sakaratul maut, Allah memperlihatkan balasan akan kebaikan itu. Dan beliau pun menyesal, karena dia hanya memberikan setengah, bukan semua rotinya. Bila semua diberikan, maka balasan dari Allah pastilah lebih indah lagi. Makanya beliau berkata: “Seandainya semuanya…”

            Subhanallah……………..

Itulah kata-kata yang selalu membuat orang menyesal siapapun dia apapun jabatnya,  masa lalu tidak akan bisa kita ulang kembali. Orang yang gemar berbuat baik saja menyesal, mengapa tidak melakukan yang lebih baik lagi. Bagaimana dengan orang yang tidak gemar berbuat baik? Betapa penyesalan akan dirasakan lebih besar lagi. Bagaimana pula dengan kita? Well… agar tidak menyesal, mari kita melakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan.

Mawardi sebagai Penulis: Alumni Sekolah Pemimpin Muda Aceh (SPMA) Aceh Utara-Lhokseumawe.

Ketua SPMA Di Fakultas syariah IAIN Lhokseumawe.

Maha Siswa di Jurusan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah IAIN Lhokseumawe.