Uncategorized

Menganalisa peluang usaha dalam diri

Menganalisa peluang usaha dalam diri
Oleh Agusniar

ACEHGEMILANG.COM | Waktu atau masa adalah seluruh rangkaian saat ketika proses, pembuatan, atau keadaan berada atau berlangsung. Dalam hal ini, skala waktu merupakan interval antara dua buah keadaan/kejadian, atau bisa merupakan lama berlangsungnya suatu kejadian. – Kamus Besar Bahasa Indonesia

Dalam meraih sebuah mimpi, seseorang tentu melewati masa-masa yang sungguh menantang dirinya untuk menjadi pribadi yang tangguh. Tak terkecuali seseorang yang saya kenal yang memanfaatkan waktunya dengan sebaik mungkin dalam meraih apa yang sudah menjadi impiannya sejak dulu. Sebut saja ia Bagus begitulah sapaannya selama ini dalam kesehariannya, meski sering memperoleh gunjingan namun hal tersebut tidak membuatnya berkecil hati dalam menjalani hari-harinya.

Sering kali kita mendengar istilah “Time is money” tanpa mengetahui makna sebenarnya dari “Time is money”. Tidak hanya dapat diartikan bahwa waktu adalah uang, namun waktu juga dapat menhabiskan uang dan juga dapat menghasilkan uang jika seseorang mampu memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.

Bagi Bagus sendiri, dalam meraih mimpinya tentunya memerlukan waktu yang tidak diketahui sampai kapan waktu itu tiba. Namun, setiap waktu yang dihabiskan oleh Bagus adalah pundi-pundi uang. Maukah anda menyianyiakan uang anda? Bagus TIDAK ingin menyianyiakan uangnya. Bagus seseorang yang berani mengambil resiko namun tidak ingin merugi dengan adanya resiko tersebut. Ia adalah seorang lulusan Sekolah Menengah Kejuruan dengan jurusan Marketing, demi membuat suatu usaha yang digeluti menjadi sukses, bagus harus menganalisa peluang usaha yang terdiri dari kekuatan, kelemahan, kesempatan dan ancaman.

Oleh karena itu, bagus menerapkan keempat hal tersebut di atas ke dalam dirinya. Ia beranggapan bahwa ia saat ini tengah berusaha meski ia tidak mengetahui berapa banyak waktu yang harus ia habiskan untuk dapat meraih mimpinya. Mahasiswa yang terdaftar pada Politeknik Negeri Lhokseumawe ini, telah menghadapi berbagai hal seperti, dimulai dari konflik yang terjadi didalam keluarganya, menerima kata-kata yang tak pantas ia terima bahkan sampai dengan ia tak dianggap oleh orang-orang yang ia sayangi.

Namun hal tersebut tidak memadamkan semangat Bagus untuk terus melangkah, karena ia tau Allah telah menyiapkan sebuah kejutan yang sangat indah untuknya dimasa mendatang tentunya dengan melewati berbagai kejadian dalam hidupnya yang merupakan proses-proses yang dapat menjadikannya dewasa.

Saat waktu yang telah ditentukanNya itu tiba, tibalah saatnya ia membuktikan pada mereka bahwa ia adalah seseorang yang dapat dihargai. Ia takkan menyianyiakan waktu yang menjadi salah satu kesempatannya dalam meraih mimpi.

*Tentang Penulis

BIODATA DIRI

 

Asslamualaikum, wr.wb.

Saya Agusniar anak ke-2 (dua) dari 3 (tiga) bersaudara yang dilahirkan 20 tahun menuju 21 tahun yang lalu tepatnya pada 18 Agustus 1996 di Lhokseumawe, Aceh Utara. Saya dilahirkan dikeluarga yang dapat dikatakan cukup sederhana dan segala sesuatu tercukupi dari seorang ayah yang bernama Syarifuddin dan seorang ibu yang bernama Nuriah. Sekolah Dasar saya tempuh disekolah SDN 14 Banda Sakti, sekolah menengah di SMPN 03 Lhokseumawe dan sekolah kejuruan di SMKN 1 Lhokseumawe dengan mengambil jurusan Marketing (pemasaran), saat ini saya terdaftar sebagai salah satu mahasiswi pada Politeknik Negeri Lhokseumawe jurusan Tata Niaga Program Studi DIII Administrasi Bisnis dan telah menyelesaikan Sidang Tugas Akhir pada 19 April 2017 yang lalu dengan nilai predikat memuaskan, syukur Alhamdulillah.

Saya hampir tidak pernah memperoleh prestasi apapun selain nilai-nilai yang tinggi di bangku sekolah dan kuliah, namun saat kelas 3 (tiga) SMK saya pernah diberikan kepercayaan untuk mengikuti lomba LKS tahun 2013 tingkat Nasional  mewakili Aceh – Lhokseumawe. Tahun lalu, saya dipercayakan kembali untuk berbagi pengalaman kepada salah satu murid yang akan diberangkatkan LKS pada tingkat Kabupaten dan Alhamdulillah ia memperoleh juara 2. Syukur syukur…

Sebagai alumni dari Sekolah Pemimpin Muda Aceh, budaya untuk membaca sangat diperlukan tidak hanya dicantumkan sebagai hobi dalam sebuah biodata. Dengan hobi membaca, seseorang juga dapat menulis berbagai pengalaman yang ia rasakan untuk dapat memotivasi diri sendiri dan berbagai pihak. Saya bukan seorang sastrawan seperti Kahlil Gibran, memang benar jika saya seorang introvert yang hanya terkurung didalam sebuah ruangan yang gelap namun hal tersebut tidak membuat saya mundur untuk membuat sebuah cerita mengenai “Catatan Akhir Kuliah” (dengan judul berbeda) meski hanya coba-coba semata, Ingat coba-coba -_-

Jangan bertanya apa yang ingin saya capai -_-

Saat duduk dibangku sekolah dasar, guru mata pelajaran agama meminta muridnya untuk menghafalkan hadist-hadist seperti istri Rasulullah (Aisyah), dan saya ingin menjadi seperti beliau. Ketika duduk dibangku sekolah menengah, saya sangat suka dengan pelajaran matematika dan saya ingin menjadi guru matematika. Ketika saya berada di sekolah kejuruan, saat saya terpilih mengikuti LKS, saya ingin menjadi guru yang mengajar ekonomi khususnya marketing. Sekarang, saya berada penghujung umur 20-an, saya semakin mantap ingin menjadi seseorang yang dapat berbagi ilmu dengan yang lainnya bahkan, teman saya yang bernama Rahmatillah dari prodi Keuangan Perbankan menawari saya untuk menjadi mentor dalam agenda study club di kampus, saya menikmatinya hanya saja… mahasiswanya tidak ada yang berminat meski brosur telah disebar keseluruh penjuru Politeknik -_-

Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada bg Frazi hihii…

Saat seminar leadership yang diadakan pada 16 Januari 2016 bg frazi memberikan beasiswa kepada saya selama 1 (satu) semester meskipun saat itu saya mengatakan saya sudah memperoleh beasiswa dan bg frazi bilang “gak papa” hehee thanks bg frazi… beasiswa yang bg frazi berikan saat itu, adalah beasiswa untuk mahasiswa yang memperoleh IP dimulai dari 3, 51 keatas dan alhamdulillah saat itu IP saya 3,90 dan saat ini memperoleh IPK 3,65 terhitung dari semester 1 – 5.

Prestasi akademik membuat salah satu teman terdekat saya menusuk saya dari belakang, menyedihkan sekali saya… saya telah mempercayainya dari SMK dulu dan baru beberapa bulan ini dia ketahuan … (maaf curhat). Namun untuk itu, bukan berarti saya tidak harus tidak mempunyai teman sama sekali.

Semoga dengan menjadi Alumni Sekolah Pemimpin Muda Aceh, saya memperoleh teman yang lebih banyak lagi agar, bukankah jika kita baik kepada orang lain orang lain juga akan baik kepada kita? Allah maha mengetahui…

Demikian yang dapat saya sampaikan kepada bg Fachrul Razi, MIP dan rekan-rekan alumni SPMA baik yang berada di dalam satu Universitas yang sama maupun tidak dan semoga kita menjadi teman yang baik yang dapat menasihati dalam canda J karena, “Seseorang takkan pernah menjadi sempurna, usaha untuk mencapai yang diimpikan yang harus disempurnakan. Karena orang sukses adalah orang biasa-biasa saja dengan tekad yang luar biasa, Be your self” Terima kasih.

GAGASAN DAN IDE UNTUK ACEH

 

Aceh khususnya Lhokseumawe tempat saya dilahirkan merupakan daerah istimewa yang dikenal dengan serambi mekkah dan syariat islam yang selalu ditegakkan. Namun, semakin modernnya perkembangan zaman, membuat ada beberapa hal yang terlupakan. Sungguh sangat disayangkan. Adapun beberapa ide dan gagasan untuk Aceh kedepannya adalah:

  1. Buah tidak pernah jatuh jauh dari pohonnya. Istilah ini sudah sangat sering kita dengar… maksudnya, bagaimana pemimpinnya seperti itu pula rakyatnya. Pemimpin itu adalah contoh yang harus menjadi teladan bagi rakyatnya. Jika pemimpinnya tidak dapat memimpin diirinya sendiri, mengapa ia menjadi pemimpin suatu wilayah? Rakyat selalu saja membicarakan mengenai kepemimpinan seorang pemimpin baik yang baik maupun tidak. Maka saya menginginkan pemimpin yang memang benar-benar dapat menjadi contoh bagi rakyatnya tidak hanya sekedar omong kosong belaka.
  2. Memberikan akses bagi para investor luar untuk dapat berinvestasi di Aceh, khususnya Lhokeumawe. Lhokseumawe sudah seperti kota mati (maaf) … bagaimana tidak, di lhokseumawe sepanjang jalan penuh dengan kafe-kafe yang dapat menimbulkan maksiat terjadi disana (na’uzubillah) … setidaknya ada satu dari seratus pemimpin Aceh yang dapat menyadarkan masyarakat Aceh untuk dapat mempercayai investor untuk berinvestasi agar terciptanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat Aceh tersendiri.
  3. Saya pernah menyimak wawancara salah satu walikota, saya agak lupa… setiap pengemis yang berada disana digaji oleh pemerintah untuk mengemis, namun pengemis tersebut harus terdaftar terlebih dahulu, mereka juga dilarang meminta-minta jika ada yang memberikan diterima jika tidak yaa tidak boleh meminta. Dan banyak sekali pengemis di lhokseumawe yang berpura-pura menjadi pengemis inilah yang harus di minimalisir bg, hehee…sebuah program untuk para pengemis yang ada di lhokseumawe yang benar-benar tak mampu bekerja bukan yang pura-pura cacat (soalnya masih kesel sama pengemis yang pura-pura cacat tempo tahun) untuk dibimbing dan diberikan pencerahan sedikit. Seperti bg frazi tau siapa walikota tersebut hihii…
  4. Syariat islam harus diberlakukan dengan sebenar-benarnya…

Jika tidak, masih banyak perempuan dan laki-laki yang bakal buka aurat didepan umum… karena saat saya keluar dari rumah, yang bukan muhrim rangkul sana rangkul sini (bukan ngiri) dosa kita yang tak sengaja menoleh -_-

Demikian yang dapat saya sampaikan mengenai gagasan dan ide bagi Aceh khususnya lhokseumawe kedepannya. Semoga saya dan teman-teman yang lainnya dapat mewujudkan dan menjadikan Aceh sebagai daerah yang lebih baik lagi. Lebih dan kurang saya minta maaf bg Frazi, suka hilang fokus kalo nulis hihii…

 

Lhokseumawe, 22 Mei 2017

 

 

Agusniar

Alumni SPMA Politeknik Negeri Lhokseumawe

 

Tags