Keislaman

PENGHULU SEGALA BULAN : YAITU BULAN RAMADHAN

Penghulu segala bulan adalah bulan ramadhan. Ya, tepat seperti pada judul yang sudah tertera dan akan kita bahasa segala hal yang berkenaan dengan bulan Ramadhan. Lalu, mengapa sih bulan ramadhan di katakan penghulu segala bulan ? Benar. Bulan ini adalah bulan yang memimpin segala bulan, bulan yang spesial. Yang Allah khususkan bagi ummat Nabi Muhammad Saw., yang sangat Allah cintai. Maka jika Allah sudah mencintai kita, maukah kita lari untuk tidak pula mencintaiNya ? Sungguh teganya kita jika kita tidak membalas cintaNya. Karena cita yang hakiki terletak pada cinta kita kepada sang pencipta.

            Bulan Ramadhan adalah bulan yang dinanti oleh seluruh umat Muslim yang ada di seluruh dunia kini tlah hadir di tengah-tengah kita. Bulan yang penuh dengan beribu kerahmatan dan keberkahan yang bertebaran di dalamnya, dan semua kerahmatannya dengan sangat mudah untuk kita capai jika kita bersungguh- sunggu dalam memperjuangkannya. Sebelum kita bahas lebih lanjut lagi, yuk kita perhatikan ! kita di berikan 3 pilihan oleh Allah dan pilihan yang manakah yang akan kita pilih nantinya ? Mari, kita baca perlahan.

Yang pertama, kita melewati Ramadhan tanpa mengambil keberkahannya sedikit pun yang ada di dalamnya, dalam artian kita menyia-yiakan Ramadhan begitu saja, kita tidak berpuasa, tidak shalat, tidak mengaji, dan tidak melakuakan hal-hal yang di perintahkan oleh Allah Swt., kita malah dengan santai menjalani hari-hari dibulan ramadhan seperti halnya di bulan-bulan lainnya tanpa merasa bersalah sedikitpun.

Kedua,  kita melewati ramadhan dengan mengambil keberkahan ala kadarnya saja. ya, Ala kadarnya saja ? gak salah ? wah, sungguh di sayangkan. Tahukah kita ? Apakah kita tahu,  saat ini banyak manusia yang sudah menjadi penghuni kubur merasa sangat menyesal, mereka menyesali satu malam dari masa hidupnya yang ia lalaikan. Maka bagaimana jika pada bulan Ramadahan ?  malam yang sangat agung. Tidak ada orang yang mengetahui keaguannya jika ia belum merasa kehilangan bulan Ramadhan dan tidak ada orang yang mengetahui keaguannya kecuali hanya orang-orang ahli kubur jika Allah mentakdirkan bagi para penghuni kubur untuk keluar dari kubur maka mereka akan menyampaikan berita ini dan mereka akan mengatakan “JANGAN PERNAH MENYIA-YIAKAN SATU DETIKPUN DI BULAN RAMADHAN” karena mereka yang sudah berada di alam kubur sangat memuliakannya bulan yang penuh dengan keberkahan ini.

Dan yang Ketiga, kita  melewati ramadhan dengan bersungguh-sungguh menggambil keberkahannya, dengan cara memperbanyak amal ibadah dan amal kebaikan lainnya. Dan kita menjalani hari-hari di bulan ramadhan dengan bersungguh-sungguh dan penuh perjuangan dengan mengharap keridahaan Allah Swt., semata bukan mengharap pujian dari manusia.

Sungguh, Semua pilihan ada di tangan kita masing-masing. Maka alangkah baiknya jika kita bisa memanfaat kan bulan yang penuh dengan keberkahan ini dengan segala amalan-amalan shalih kita. Puasa adalah salah refleksi diri dimana kita bisa mengetahui bagaimana pedihnya hidup orang-orang yang miskin yang tidak makan dan minum dan mereka menahannya dengan penuh kesabaran dan ketabahan. Nah, pada bulan ini Allah menguji hamba-hambanya untuk dapat merasakan seperti apa yang orang tersebut rasakan. Yaitu kita berpuasa 1 bulan penuh dengan menahan lapar dan dahaga dan segala hal yang dapat membatalkannya.

Bulan Ramadhan yang penuh dengan keberkahan, yang dimana segala amal kebaikan yang kita lakukan semua akan di balas oleh Allah Swt., dengan dilipatgandakan. Pintu-pintu neraka ditutup dan pintu Surga terbuka lebar untuk kita semua, dan semua itu kembali lagi kepada kita. Pintu manakah yang akan kita pilih nantinya. Oleh krena itu bulan Ramadahan adalah bulan yang ditunggu-tungu oleh orang-orang yang beriman, karena mereka tidak ingin menyia-yiakan bulan yang berharga ini.

Bulan ramadhan juga bulan momentum dimana kita mempererat tali silaturrami dengan cara saling berbagi, berbagi makanan kepada tetangga, sahabat, atau sanak saudara. Sungguh lura biasanya Allah Swt., dengan adanya bulan Ramadhan yang penuh dengan kerahmatan ini pula dapat memper-erat yang jauh dan menyatukan yang dekat. Dan saling merangkul di dalam hal kebaikan dan keberkahan-keberkahan yang lainnya. Bulan yang dimana segala hal berpositif dan niat yang lurus kita lakukan mendapatkan pahala yang nilai pahalanya berbeda dengan pahala di bulan-bulan lainnya. Karena di bulan ini, Allah melipatgandakan semua pahala segala amalan yang kita lakukan.

Maka alangkah baiknya jika kita mempersiapkan segala hal yang menyangkut dengan lahir dan bahtin kita. Salah satunya ialah menjaga kesehatan tubuh, berolahraga yang cukup, dan mengkonsumsi makanan yang sehat ala Rasulullah Saw., yaitu dengan cara tidak berlebihan dan cukup dengan ala kadar seperti buah kurma, air, dan lain sebagainya. Dan dalam melaksanakan ibadah puasa, kita tidak hanya mengerjakannya sebatas kewabajiban  dengan menahan lapar dan dahaga tetapi tidak kita barengi dengan meninggalkan segala yang dilarang oleh agama misalnya seperti kita tidak berlebihan menonton televisi yang di dalamnya tidak ada unsur keagamaan, mendengar musik- musik, berbicara hal-hal yang tidak penting dan segala hal yang tidak bermanfaat lainnya.

 Tetapi bukan hanya di dalam bulan Ramadhan saja, karena semua hal-hal yang dilarang oleh agama berlaku untuk setiap bulan, bukan hanya dalam bulan Ramdhan. Karena bulan ramadahan sebenarnya adalah momentum refleksi diri, yang dimana dalam bulan ini kita dapat membenahi diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi untuk bulan-bulan yang lainnya.

Sering kita melihat fenomena saat ini, khususnya di kota  lhoksemuawe. Terkadaang kita memaknai bulan Ramadhan hanya sekedar momentum duniawi saja, kita melihat para remaja dan para pemuda yang saat ini tidak dapat kita pungkiri yaitu mengadakan acara buka bersama yang di adakan di coffee atau rumah makan. Acara buka bersama yang sering kita sebut dengan istilah “Bukbar” bukanlah hal yang dilarang, hanya saja yang menjadi hal yang salah, dimana mereka setelah berbuka tidak langsung mengerjakan perintah rukun islam yang kedua yaitu Shalat. Sebenarnya jika kita berfikir mereka mengerjakan rukun islam yang ke-empat yaitu berpuasa, tetapi mereka tidak melaksakan shalat. Nah, disini mungkin terjadi kerancuan pada budaya yang kita lakukan. Sehingga bulan Ramadhan hanya di jadikan bulan momentum untuk reunian, pertemuan dan lain sebagainya. Sungguh, jika kita mengkaji ulang lagi pernyataan yang ada di atas tidak ada salahnya jika kita mengadakan acara buka bersama tetapi dengan kita barengi dan tidak kita lupakann kewajiban-kewajiban kita sebagai seorang  muslim.

Jika Allah memberikan kesempatan untuk kita berjumpa dengan bulan ramadhan maka sangat sepatutunya untuk kita memanfaatkannya dengan target-target yang telah kita skedulkan untuk kita laksanakan karena, sekarang orang-orang selain kita dari pada para penghuni kubur yang dahulu pernah bersama kita pada ramadhan, mereka berkeinginan sekiranya mereka keluar untuk mendapatkan satu malam di bulan Ramadhan jika kita berjumpa dengan ramadhan dan Allah memberikan kesempatan kita untuk bertemu dengan bulan ramadhan dan kita tidak memanfaatkan dan tidak mengisi hari-hari kita dengan hal-hal yang bermanfaat maka kita sungguh sorang-orang yang sangat merugi.

Maka alangkah baiknya jika kita memaknai bulan suci ini dengan kita mengkhatamkan Al-quran minimal 1 kali dan maksimal tidak ada batasannya. Kita melaksanakan ibadah sunnah seperti shalat tarawih dan witir. Dan kita mengisi bulan ini dengan melaksanakan kajian-kajian islami seperti Pasantren Ramadhan dengan menghafal Al-quran, membacanya, dan mentadabburinya. Wallahhua’lam…

KHAZILA

ALUMNI SPMA IAIN LHOKSEUMAWE.

About the author

theleader

Add Comment

Click here to post a comment