Opini

JANGAN BERJANJI DALAM POLITIK

JANGAN BERJANJI DALAM POLITIK

oleh Azhari

ACEHGEMILANG.COM – Bayak janji bisa menjadi propaganda untuk menyadarkan masyarakat oleh elit politik baik untuk, memberdayakan perilaku pemain politik atau janji-janji politik di tuntaskan, yang dapat berisi ungkapan fiosofis sebagai bentuk  mimpi untuk mencapai sesuatu yang lebih baik. Semestinya dijabarkan untuk diwujudkan bukan berhenti pada kalimat-kalimat/rangkaian kata-kata indah semata pada saat kompaye .tapi Pada kenyataanya banyak yang bersikap skeptif terhadap janji itu sendiri.

Janji yang hanya berisi kalimat-kalimat lebay yang mirip dengan bualan-bualan yang di mainkan atas panggung sehingga janji politik itu jadi bumerang saat ia lewat di parlemen . Tatkala janji ini mempunyai daya  + roh yang kuat akan mampu memberdayakan, menguatkan, membangkitkan semangat untuk mencapai sesuatu. Sebaliknya, tatkala janji tanpa daya maka tiada arti kata-kata itu semua akan dianggap debu yang terbawa angin lalu sehingga senjata makan tua saat semua salah kata yang di mainkan.

janji pada umumnya digunakan untuk mencari dukungan atau membangun kepercayaan publik/menarik massa /menggalang solidaritas untuk mendukungnya sehingga para elit politik ini yang bisa menjalankan janji-janji itu maka mudah untuk calon kembali tidak harus membayar suara dan memperkaya elit-elit saat pertama naik dan akhirnya main politik balas jasa. Bengitu juga Tatkala disampaikan berlebihan bisanya membual saja karena hanya berhenti sampai dikata-kata saja tampa kerja dan karya nyata, tidak ada lagi implementasi. Buanglah kata-kata dalam slogan yang menimbulkan kekekcewaan, kemarahan bahkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap wakilnya yang naik ke dua kali.

Membuat janji sebenarnya sebagai ungkapan hati nurani, filosofis dari pemikran + pengalaman-pengalamanya sebagai salah satu wujud komitmen moral dari sang pemimpin untuk memperbaiki yang dia pi mpin.dan Juga merupakan ketulusan hati dan bentuk rasa syukur yang diungkapkan untk mencegah, memperbaiki, meningkatkan, membangun sesuatu menjadi lebih baik pada masa akn datang.

Sebagai contoh janji atau selongan anti korupsi yang banyak dtulis dengan kata-kata manis bahkan cenderung lebai ada di mana mana dlmbentuk dan ukuran yang bervariasi sehingga bayak yang membaca tapi sedikit yang implimentasi. Tatkala tanpa  membangun sistem yang baik , tanpa menyiapkan SDM yang berkarakter yang berakhlakul karimah , tanpa program-program unggulan untuk rakyat , tanpa poitical will maka semua tadi hanya akan menjadi kepura-puraaan yang di mainkan oleh elit politik di pemerintahan.

Memilih pemimpin di pileg 2019 menjadi komitmen moral masyarakat + seluruh keluanga besar yang memilih sehingga tidak ada irama yang sama untuk membohogi rakyat,tapi yang di pilih harus benar-benra mengimplementasikan yang didukung oleh rakyat bukan menhghancurkan rakyat ,maka perlu sistem-sistem yang terpadu dengan program-program unggulan untuk rakyat, diawaki SDM  yang berkarkter, ada pengawasan secara internal + eksternal, progres kemajuan yang signifikan untuk pertumbuhan ekonmi rakyat.

Maka hati-hatilah dalam berjanji di hadapan rakyaat sehingga bayak di antara kita tidak di percayakan publik karena kata tidak sesuai, sekecil apapun itu perlu nyata untuk mareka,muda-mudahan pileg 2019 nanti bayak tokoh-tokoh muda yang lahir yang jujur demi kepentigan rakyat bukaan kelompok dan keluarga,harapan besar pemimpin yang lahir kedepan sinergi memperjuangkan aspirasi rakyat untuk ke adilah sosial bagi segenap bangsa indonesia khusus aceh yang mulia.

Pengalaman sudah kita lalui janji manis bagaikan madu yang kita rasakan sehingga kembung perut rasa tiada begitulah permainan para eliti timses sehingga yang korban caleg itu sendiri.maka dari pengalaman itu sesuaikan kata-kata dengan kerja sehingga tiada dusta antara kita rakyat.

Karya

Azhari SPMA Bireuen

Ketua Lembaga peduli duafa aceh (LPDA) BIREUEN