Opini

The Key Of Happines is Gratitude

THE KEY OF HAPPINESS IS GRATITUDE

Oleh Furqan 

Kesalahan yang paling fatal yang terus saja kita lakukan adalah meletakkan  kebahagian pada apa yang belum kita miliki misalnya akan merasa bahagia jika memiliki mobil padahal tahun lalu baru saja diganti,seandainya dilakukan pertimbangan plus minusnya tidak ada yang mempengaruhi aktivitas atau meningkatkan produktivitas dengan pergantian mobil malahan ini akan mengganggu cash flow keuangan keluarga.Dalam financial management selalu disebutkan bahwa setiap pengeluaran harus berdampak pada peningkatan produktivitas atau positive income,apabila negative maka akan mengalami kebangkrutan atau collapse.Kebahagian pada dasarnya bisa diperoleh dengan melakukan interaksi sosial di lingkungan sekitar seperti menghadiri acara walimahan,makan bersama walaupun dengan menu yang sederhana,membantu orang lain dan lain sebagainya.

Kebahagian memiliki mobil baru ( Happines-materialistic based ) dengan kebahagian yang diperoleh dari interaksi sosial  ( Happiness -social interaction based ) sebenarnya memiliki tingkat yang sama tetapi durasi ketahanan yang berbeda.Social interaction happines cenderung lebih durable dibanding materialistic happiness.Di dalam Financial behaviour terdapat teori tentang ” Hedonic treadmill “yang menunjukkan bahwa sebenarnya kita tidak menambah kebahagian kita hanya mengganti cara atau benda yang membuat bahagia.Hal ini sangat berbahaya saat manusia mulai memahami bahwa kebahagian terbesar datang dari kepemilikan benda,wanita,anak dan kekuasaan dan seterusnya sehingga mengorbankan kebahagian yang berasal dari sifat menyayangi,berbagi,toleransi,tenggang rasa dan rasa keadilan sesama manusia.Implikasi dari tindakan ini adalah melebarnya kesenjangan sosial,kemiskinan,pengangguran,korupsi,malnutrisi, eksploitasi alam secara massive tanpa menghiraukan efek negatif (negative externality) yang ditimbulkan seperti pembabatan hutan gambut yang berkibat pada hancurnya ekosistem,berkurangnya paru-paru dunia,menipisnya ozon,pemberian perijinan berbasis perkebunan korporasi dimana masyarakat pribumi menjadi budak di negerinya sendiri padahal pengembangan perkebunan berbasis kelompok masih bisa dilakukan.

Perilaku kita sebagai generasi materialistic telah menimbulkan kegoncangan di meja para ilmuwan dimana Economic Theory of Enough menjadi salah satu jalan keluar bagi mereka yang terjebak didalam dunia materialistic.Mulailah untuk merasa enough (cukup) and be gratitude ( bersyukur ).

Tags