Profil

Ketua RADINA Kota Lhokseumawe: Ajak Generasi Muda Wujudkan Lhokseumawe Menjadi Kota Syariat.

ACEHSATU.COM | LHOKSEUMAWE  – Rabithah Dinul Islam Nanggroe Aceh (RADINA) Kota Lhokseumawe menilai bahwa citra kota Lhokseumawe bercampur aduk hari ini dengan pola manusia yang suka latah, terkadang latah kasus kemanusiaan rohingnya, palestina, mal praktik, kisah dhuafa , cafee prostitusi dan selalu saja ada hal yang menjadi buah bibir untuk kota Lhokseumawe yang membuat masyarakat antusias dalam membicarakannya, yang padahal sejatinya kota ini “sedang terus” berupaya untuk berbenah menuju kota peduli syariat. Dan tentunya hal ini tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Banyak elemen yg harus dirangkul untuk menuju kota syariat, dimulai dari elemen masyarakat dalam melaporkan bilamana terjadi pelanggaran syariat, elemen pemuka agama dalam mengkampanyekan anti maksiat, elemen guru sekolah yg menolak pacaran untuk para siswa/i nya, elemen pejabat yg menindak tegas tempat maksiat di dalam kawasan kekuasaannya, elemen santri yg terus menegur dengan persatuannya, baru kemudian langkah menuju kota syariat akan terlaksana.

Kasus demi kasus membumi karena masyarakat awam menilai pemerintah kurang tegas menyikapi hal pelanggar syariat islam sehingga berdampak pada merebaknya prostitusi yg terjadi dalam beberapa bulan ini. Seharusnya ini disikapi tegas oleh pemerintah sesuai dengan qanun yg berlaku.

Peningkatan kerja sama antara pihak kepolisian dan Wilayatul Hisbah sebagai eksekutor pun seyogyanya harus disugesti dgn rasa cinta kepada tugas syariat agar langsung menindak lanjuti setiap kesalahan yang terjadi. Sehingga masyarakat tidak sepele dengan lembaga tersebut.

Target Rabithah Dinul Islam Nanggroe Aceh (RADINA) Kota Lhokseumawe ke depan, kita terus mengajak para pemuda untuk terus mengisi halaqah2 pengajian, majlis ta’lim remaja putri dan muslimah yang mana ini semata untuk menghindari para pemuda terkhusus di kota Lhokseumawe agar terhindar dari pergaulan bebas dan prostitusi menuju kota peduli syariat.