Uncategorized

Kader SPMA: Kecam Kebijakan Donal Trump, Jangan Sampai Sejarah 1947 Terulang Lagi

ACEHGEMILANG.COM| BANDA ACEH –  Alumni SPMA Aceh yang juga Ketua Umum Senat mahasiswa IAIN Lhokseumawe mengecam kebijakan Presiden Amerika Donal Trump yang secara resmi mengakui Yerusalem sebagian ibukota Israel.

Hal tersebut disampaikan Murhalim, Kepada ACEHGEMILANG.COM Murhalim mengatakan,

Amerika Serikat adalah negara pertama yang resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, jangan sampai sejarah kembali terulang seperti pada tahun 1947 silam yaitu pada saat Uni Soviet secara resmi dan negara pertama yang mengakui israel sebagai negara.

Seandainya ini terjadi ummat islam kembali melakukan kesalahan sama untuk kedua kalinya.

Perlu diketahui bahwa  Yerusalem adalah sebuah garis batas bagi muslim

Memang Memindahkan kedubes di Israel adalah salah satu janji kampanye Trump pada 2016 kepada kelompok Yahudi AS yang sangat pro-Israel, termasuk raja kasino Sheldon Adelson, yang telah menyumbangkan US $25 juta pada sebuah komite politik yang mendukung Trump pada masa kampanye presiden.

Murhalim menyatakan keputusan Trump tersebut akan merusak proses perdamaian di Timur Tengah.

Amerika dengan sengaja merusak proses perdamaian antara palestina dan israel. Seperti kita ketahui bahwa Amerika Serikat telah menarik diri dari peran yang telah lama dimainkannya selama dekade terakhir sebagai sponsor utama proses perdamaian dunia di timur tengah khususnya di seluruh dunia pada umumnya.

Apa yang telah dilakukan donal trump tersebut sebuah bentuk kebodohan besar dan ini bisa menguncang stabilitas keamanan dunia dan akan membuat kawasan Timur Tengah semakin terpuruk dalam “lingkaran api”.lanjutnya.

Dunia islam sangat bangga dan setuju dengan  presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang begitu lantang mengecam tindakan donal trump dan bersedia jadi tuan rumah untuk mengajak pemimpin muslim dunia berunding di instandbul, turkey dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) pada 13 Desember mendatang, yang secara khusus membahas keputusan kontroversial Trump soal Yerusalem itu.

Turki kini menempati posisi kepemimpinan OKI yang diberlakukan secara bergilir.

Ini sekarang bukan hanya tugas kita ummat muslim, tapi juga kemanusiaan (untuk menentang langkah Trump) yang menyindir Trump dengan menyebut “menjadi kuat bukan berarti Anda benar secara otomatis” namun yang “benar adalah yang kuat”.

Dunia islam hari ini harus bangkit melawan islamphobia yang dari ratusan tahun yang lalu sampai hari melanda dunia. Bentuk yang nyata dimasa lalu adalah perang salib, dan bentuk nyata hari ini adalah mengusir ummat islam dari tanah suci alquds dengan proyek terbesar barat adalah menjadikan yerussalem sebagai Ibukota Israel. Tutup murhalim.