Opini

Generasi Milenial Harus “Melek” Politik

GENERASI MILENIAL HARUS “MELEK” POLITIK

Oleh : Armi Arija S.IAN

Masa muda adalah masa-masa dimana seseorang berada dalam masa produktif ,memiliki potensi yang besar dibanding kelompok usia yang lain ,seperti kondisi fisik yang masih energik ,memiliki keingintahuan dan kemauan yang besar.

Kata “pemuda” seringkali di-identik-kan dengan kelompok anak muda yang masih “bau kencur ” atau anak ingusan alias belum berpengalaman, belum matang dalam berpikir dan belum stabil secara emosi. Dan karenanya secara umum orang tidak terlalu memperhitungkan kelompok pemuda ini karena dianggap pola berpikirnya cenderung idealis tidak realistis dan sering mengambil keputusan dengan berdasarkan emosi perasaan belaka.

Bicara era milenial, Pemuda dan semangatnya dibutuhkan sebagai change agent dalam berbagai sektor, termasuk sektor politik. Selama masih ada yang namanya “negara”, politik juga akan selalu ada. Masalahnya, politik sudah terlalu lama terasosiasi sebagai suatu hal yang kotor dan karenanya dihindari banyak orang. Ditambah lagi kuatnya sistem politik dinasti, disisi lain Kata “politik” hampir identik dengan “perebutan kekuasaan demi jabatan dan uang”. Akibatnya, banyak anak muda berpotensi menghindari dan tidak peduli dengan politik.

Melihat fenomena diatas sebagai Generasi milenial kita harus bisa bertindak sebagai change agent dan memutus lingkaran setan tersebut. Pemuda harus tetap optimis dan tidak berhenti melakukan langkah-langkah perbaikan, termasuk dalam sektor politik. Pemuda harus mau peduli dengan kualitas politik negara / daerahnya dan berani terjun ke dalamnya. Karena perbaikan politik hanya akan terjadi pada saat orang-orang baik, profesional dan berintegritas masuk ke dalam politik.

Tidak dapat disangkal bahwa politik sudah terlalu lama disalahgunakan oleh orang-orang opportunist demi jabatan, kekuasaan dan uang semata. Tapi sesungguhnya ada dimensi lain dari politik, yaitu suatu alat dahsyat yang dapat memberikan kesejahteraan bagi rakyat. Apabila kita berpolitik dengan baik dan benar, maka kita dapat menjadikan dunia ini menjadi lebih baik.

Bila kita sedikit kembali kebelakang untuk melihat sejarah bangsa ,bagaimana kiprah dari golongan yang namanya pemuda ,mulai dari gagasan sumpah pemuda ,peristiwa rengasdeklok yakni upaya pemuda mendesak pemerintah untuk segera mendeklerasikan kemerdedekaan indonesia .gerakan pemuda untuk mengawal transisi pemerintahan dan kepemimpinan dalam aktualisasinya pemuda terus eksis ,kita pernah dengar aktifis kisaran tahun 60-70an ,dan peran dan eksistensi pemuda ( mahasiswa ) yang paling besar terhadap perubahan bangsa yakni lengsernya rezim orde baru pada tahun 1998 sejak saat itu angin segar akan reformasipun dimulai .

Bahkan dulu, pemuda dalam aktualisasi perjuangan terkadang sebagai stimulus pergerakanya mereka membangun organisasi sosial atau bahkan bergabung dengan organisasi politik ,Sarana ini sangat ampuh menjadi media upgrading pemuda dalam membangun kapasitas politik dengan tetap mampu memberikan manfaat kepada masyarakat ,begitu juga halnya pemuda sebagai pencerdas politik bagi masyarakat agar berpartipasi dalam politik ,sebab harapan perubahan tersebut ya dengan ikut berpartipasi aktif, meskipun demikian keteladanan pemuda terhadap idialisme mereka tetap yang paling utama ,salut !

Perlu kita sadari bahwa tulisan ini hadir sebagai pengingat kepada kita sebagai generasi bahwa banyak pihak yang menyatakan bahwa generasi milenial cenderung lebih tidak peduli terhadap keadaan sosial, termasuk politik dan ekonomi. Mereka cenderung lebih fokus kepada pola hidup kebebasan dan hedonisme. Mereka cenderung mengingkan hal yang instant dan tidak menghargai proses.

Survei dari sebuah lembaga menyebutkan sekitar 81 juta penduduk yang termasuk dalam generasi milenial. Berarti sekitar hampir 32% dari total populasi di Indonesia. Pertanyaannya: Mampukah kelompok 32% ini menjadi change agent untuk Indonesia? Siapkah kita untuk membangun dan meneruskan Indonesia? Ini yang menjadi tantangan terbesar bagi generasi milenial Indonesia.

Oleh karenanya seruan untuk pemuda mari tunjukan eksistensi kita untuk sebuah perubahan serta menempatkan diri dalam garda depan  berjuang dalam segala sisi , baik itu sosial ,ekonomi ,politik dan lain sebagainya
Seperti yang dikatakan mahatma Gandi, “Be the change you wish to see in the world “. Jangan mengandalkan orang lain untuk melakukan perbaikan, tapi kita harus mau turun tangan untuk melakukan perbaikan yang kita inginkan.

Penulis 
Alumnus Fisip Unimal lhokseumawe, koordinator Sekolah pemimpin muda Aceh AT-BM