Opini

Kita Masih Terjajah

Opini:
Kita Masih Terjajah
Oleh: Suparman Munthe

Aceh Gemilang.com – Tentu kita masih sangat mengingat dengan jelas bagaimana perjuangan para pendahulu kita untuk memerdekakan negara kita Republik Indonesia ini.

Kemerdekaan indonesia ini bukanlah kemerdekaan yang dengan hanya membalikkan telapak tangan, sangat banyak perjuangan yang mengharuskan pertumpahan darah untuk kemerdekaan ini.

Dengan bersusah payahnya para pendahulu kita mengusir penjajah, dengan kobaran semangat mereka mampu menaklukkan para penjajah itu, sehingga tepat 17 Agustus 1945 indonesia mampu memproklamasikan kemerdekaannya.

Tetapi melihat kondisi saat ini, timbul sebuah pertanyaan besar dalam benak saya.
Apakah memang kemerdekaan yang seperti saat ini yang ingin kita rasakan ?

Ketika banyak rakyat miskin kota yang tidak tahu harus bagaimana cara menikmati makanan lezat akibat tidak pernah melihat makanan itu.

Ketika banyak anak usia belajar yang harus menghabiskan waktunya untuk menjadi tukang pikul.

Saya rasa tidak, saya kira bukan kemerdekaan yang seperti ini yang kita harapkan, bukan kemerdekaan seperti ini yang kita butuhkan.

Dahulu “kerja rodi” merupakan salah satu penjajahan yang di rasakan indonesia oleh bangsa asing, tetapi saat ini penjajahan yang dirasakan rakyat indonesia lebih tertata dengan rapi, rakyat saat ini dijajah oleh bangsanya sendiri, rakyat saat ini dijajah oleh orang yang mereka percaya untuk menjadi pemimpin mereka, rakyat saat ini dijajah oleh “korupsi”.

Jadi apakah rakyat saat ini sudah merdeka ?
Jawaban saya tidak !!
Kita perhatikan hari ini yang kaya selalu saja makin kaya, sedangkan si miskin semakin melarat.
Anak-anak yang seharusnya dapat menimba ilmu dibangku sekolah, tetapi kenyataannya hari ini mereka harus bekerja keras untuk membantu perekonomian keluarga.

Apakah ini salah mereka ?
Saya rasa juga Tidak !!!
Kemana anggaran yang seharusnya menjadi hak untuk pendidikan mereka ?

Semakin hari angka korupsi semakin meningkat hampir di seluruh daerah di indonesia.

Korupsi seakan kebal dengan hukum negara ini, korupsi seakan semakin menjalar diseluruh tubuh pemimpin. Mungkin saya rasa apabila ada dana APBN yang dialokasikan untuk orang masuk surga, itu juga akan di Korupsi ( sebegitu nistanyalah korupsi ini ).

Setiap hari telinga dan mata kita selalu saja disajikan oleh berita tentang korupsi, sehingga korupsi ini dapat mengubah pola pikir kita bahwa “korupsi itu wajar”. Hal ini terasa sangat menyakitkan.

Mungkin saya sedikit menghimbau kepada seluruh pembaca, bahwa korupsi ini adalah penjajah, korupsi ini adalah penyakit, dan pada akhirnya korupsi ini adalah musuh kita bersama yang harus kita bumi hanguskan dengan cara apapun.

Penulis adalah Suparman Munthe. Alumni SPMA Medan sumut. merupakan putra desa sebatang. Kec gunung meriah. Kab aceh singkil. saat ini terdaftar sebagai Mahasiswa UMN Al washliyah medan.