Opini

Solusi Cerdas Menentukan Arah Pembangunan Di Aceh Tenggara

                                                                                

SOLUSI CERDAS MENENTUKAN ARAH PEMBANGUNAN DI ACEH TENGGARA

OLEH : HIKMAH SANTIE S.Sos

Aceh Tenggara adalah salah satu Kabupaten yang ada di Aceh, Indonesia. Kabupaten ini beribukota di Kutacene. Kabupaten ini berada di daerah pegunungan dengan ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut, yang merupakan bagian dari pegunungan Bukit Barisan. Taman Nasional Gunung lauser yang merupakan  daerah cagar alam nasional terbesar di Kabupaten ini. Pada dasarnya Aceh Tenggara kaya akan potensi wisata alam. Salah satu diantaranya adalah Sungai Alas yang sudah dikenal luas sebagai tempat olahraga Arung jeram dengan sungai yang menantang. Secara umum ditinjau dari potensi pengembangan ekonomi, wilayah ini termasuk Zona Pertanian. Potensi ekonomi daerah berhawa sejuk ini adalah padi, kakao, kembiri, rotan, kayu glondongan, ikan air tawar dan hasil hutan lainnya. Semboyan dari daerah ini adalah “Sepakat Segenep”(satu pendapat).

Kependudukan di daerah ini juga lebih multikuktural dibandingkan dengan Aceh bagian Tengah (Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues). Aceh Tenggara didiami oleh lebih dari tiga suku yaitu: suku Alas sebagai suku tempatan di ikuti oleh suku-suku pedatang seperti suku Singkil, Aceh, Minang Kabau, Gayo, Batak Toba, Nias, dan suku Aneuk Jamee. Total populasi dari data  sensus penduduk pada tahun 2010 adalah 211.171 dengan kepadatan 42/km2 (110/sq mi). Dengan data keagamaanm Islam sebanyak 81.14%, Kristen Protestan  17.99%, Kristen Katolik sebanyak 0.71%.

Sebagai sosiolog harus kiranya melihat setiap keadaan dan lingkup masyarakat dengan analisis data dan fakta yang konkrit sehingga tidak terdapat ketimpangan dalam menganalisa permasalahan-permasalahan sosial. Dewasa ini pembanguan daerah kerap menjadi pembincangan publik yang sistem oprasionalnya mengalami berbagai permasalahan, strategi pembangunan seharusnya dilihat sebagai proses multidimensi yang mencakup bukan hanya aspek pembangunan ekonomi, tetapi juga mencakup diantaranya aspek perubahan dalam struktur sosial, politik, prilaku maupun struktur kelembagaan kemasyarakatan.

Menurut pengamat, krisis yang melibas berbagai tatanana kehidupan bangsa indonesia selama ini salah satu sebab utamanya karena kekeliruan pemerintah dalam menerapkan strategi pembangunan, yang terlalu menitikberatkan pada pembangunan ekonomi dengan target pertumbuhannya yang tinggi sebagai panglima pembangunan. Menyadari kenyataan pahit yang terjadinya harusnya upaya yang dilakukan oleh pemerintah maupun segenap masyarakat harusnya ikut merasa bertanggung jawab akan permasalahan tersebut untuk keselamatan dan kesejahteraan Aceh Tenggara kedepannya.

Dengan paparan singkat dalam keterangan Kabupaten Aceh Tenggraa di atas pengamat memberikan lima solusi cerdas untuk menentukan arah pembangunan Aceh Tenggara kedepannya sebagai berikut:

  1. Aspek Kemanusiaan

Aspek kemanusian sangat diutamakan dalam proses pembangunan. Dalam hal ini manusia diperlakukan sekaligus sebagai subyek dan obyek pembangunan. Dengan prinsip tersebut berarti mereka dapat dan harus ikut berpartisipasi secara aktif untuk meningkatkan  produktifitasnya dalam proses pembangunan mulai sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga tahap tahap pengawasannya. Jika hal ini terealisir berarti pemenuhan hak-hak kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat dengan sendirinya dapat tercapai.

  1. Aspek Pemberdayaan

Aspek pemberdayaan diartikan sebagai upaya untuk mendinamisir kelompok masyarakat yang mempunyai kapasitas produktif tapi kurang kesempatan untuk akses pada lingkungan hidup dan usaha yang bersifat moderen dengan tanpa harus menjadi korban transpalasi nilai dan kelembagaan asing.

  1. Aspek Pemerataan

Aspek ini mengandung makna tersedianya kesempatan yang merata, berimbang dan adil dalam pemanfaatan sumber daya merekaguna meningkatkan taraf hidupnya.

  1. Aspek produktivitas

Aspek produktifitas diartikan sebagai upaya peningkatan pertumbuhan perekonomian yang harus ramah terhadap tenaga kerja.

  1. Aspek Kesinambungan

Aspek yang terakhir ini mengandung makna pentingnya kegiatan pembangunan diarahkan pada penciptaan kondisi kegiatan yang berkembang sesuai sesuai dengan nilai-nilai lokal dan kaidah-kaidah pembangunan yang berwawasan lingkunan untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan demi kesejahteraan generasi mendatang.

Berdasarkan pokok pemikian normatif diatas maka dapat dikatakan bahwa konsep paradigma pembangunan yang ditawarkan tersebut cocok untuk kondisi aceh tenggara di masa kini dan masa mendatang sejalan dengan pemikiran normatif ilmiah yang telah mengglobal.

Dengan demikian jika strategi pembangunan diartikan sebagai suatu pendekatan yang digunakan pemerintah untuk untuk mencapai tujuan utama dari pembangunan yakni tercapainya kesejahteraan masyaakat secara merata, maka hal tersebut harus dikaitkan dengan aspek-aspek bagaimana pemerintah harus bertanggung jawab untuk menjamin agar dapat memenuhi hak-hak mendasar atas warganya. Dalam hal ini berarti bahwa strategi pembangunan yang disusun harus lebih berpihak kepada kepentingan kegiatan ekonomi rakyat kebanyakan, azas moral ekomoni kekeluargaan atau demokrasi ekonomi.

Dalam hal ini dapat diambil kesimpulan bahwasanya tulisan singkat telah menyampaikan beberapa pokok pemikiran untuk strategi pembangunan khususnya untuk daerah Aceh Tenggara yang bersifat normatif maupun aplikatif mengenai aspek-aspek kebijaksanaan ekonomi yang perlu yang perlu mendapat perhatian penting oleh pemerintah. Konsep ini adalah merupakan hasil aspirasi dalam rangka untuk membantu untuk membangun kemajuan untuk Aceh Tenggara.

Akhirnya, jika kebijaksanaan serupa itu berhasil maka secara langsung atau tidak langsung berarti pemerintah sekaligus telah melaksanakan kewajibannya untuk memenuhi hak-hak kesejahteraan ekonomi masyarakatnya, seperti kesempatan kerja dan berusaha, kesempatan beriptek serta kesempatan untuk meningkatkan dan memeratakan pendapatan mereka.