SPMA

Membangun Nagan Raya

Membangun Nagan Raya

Oleh  : Darmi

Acehgemilang.com Nagan Raya ibukota Suka Makmue merupakan sebuah wilayah pemekaran dari Aceh Barat yang diresmikan pada tanggal 2 Juli2002,daerah yang terletak di pantai Barat Selatan dengan luas daerah 3.363,72 km2. Dan kini menjadi kabupaten mandiri dengan pembangunan terus berkelanjutan. Pada tahun 2006 jumlah penduduk yang ada di Nagan Raya mencapai 123.953, yang terdiri dari 10 (sepuluh) Kecamatan dan 222 ( dua ratus dua puluh dua) Gampong. Kurang lebih hampir 15 tahun Golkar mendapat mandat rakyat, pilkada tahun ini menjadi babak baru lahirnya tokoh-tokoh yang memiliki agenda besar untuk perubahan Nagan Raya.Rameune, mungkin itulah yang sebagian orang ingat ketika kata “Nagan Raya” di ucapkan. Layaknya sebuah daerah yang memiliki latar belakang kerajaan di masa lampau, Nagan Raya seringkali dikenal dengan sebuah kabupaten atau daerah yang identik dengan adat dan budaya yang masih sangat kental, dengan banyaknya ragam dan corak budaya yang bisa dikatakan unik serta berbeda dengan daerah lainnya di Aceh.  “ Rameune”  dimana pada masyarakat Nagan Raya di pahami sebagai sesuatu yang di lebih-lebihkan atau tidak boleh di tinggalkan. Rameune ini mencakup banyak hal seperti: Peusijuk, Sunat Rasul, Peujame, Me Tilam Guloeng, Kenduri Blang, Peuticap dan berbagai upacara dan tarian lainnya. Selain itu Silsilah keturunan kerajaanpun masih sangat kental dan sangat banyak di temukan di kabupaten penghasil padi dan kelapa sawit ini. Hal ini tampak dengan adanya sebutan silsilah keturunan Cut, Nyak, Aja, Syarifah bagi anak perempuan, Teuku, Raja, Ampon dan Sayed bagi laki-laki.

Karena terkenal dengan Rameune nya itu ada beberapaorang dan kalangan yang kurang suka dengan tradisi yang ada di Nagan Raya. Tapi tunggu dulu, di balik itu semua Nagan Raya memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah seperti: Emas, Sawit, Karet, Padi dan Batu Giok. Bahkan beberapa waktu yang lalu batu giok dari Nagan Raya sempat ngebooming loo dan jadi perbincangan publik. Selain itu Nagan Raya juga di kenal sebagai daerah yang memiliki alun-alun yang begitu indah, bangunan perkantoran yang tertata begitu rapi. Jika di lihat dari sudut ke sudut, gedung-gedung berdiri dengan begitu kokoh,  di tambah lagi dengan pembangunan masjid Agung Baitul’Ala atau kerap disebut dengan masjid giok, Nagan Raya juga terdapat banyak tempat wisata.Namun masih banyak kilas balik yang belum banyak diketahui oleh publik mengenai kabupaten yang identik dengan  “Tugu Buah Naga” tersebut.

Sudah begitu banyak pembangunan yang di lakukan di Nagan Raya tapi pembangunan hanya difokuskan di ibu kota, seharusnya pembangunan itu harus dilakukan secara merata, jangan di tempat-tempat itu saja, tapi di pelosok juga sangat dibutuhkan. Selain persoalan pembangunan yang tidak merata, Nagan Raya juga memiliki persoalan lain yang harus di berantas sampai keakar-akarnya yaitu Narkoba.

Entah apa yang menyebabkan pemuda Nagan Raya terjerumus kedalam lembah hitam narkotika dan pergaulan bebas, mungkin saja karena masalah ekonomi, politik, pendidikan ataupun keluarga sehingga mereka tertekan dan tidak tau jalan keluarnya sehingga mengambil jalan pintas yaitu mengomsumsi narkoba. Seharusnya kita generasi muda Nagan Raya berkarya, bukan sebaliknya. Pemuda sejatinya memiliki peran dan fungsi yang sangat penting sebagai ujung tombak dalam pembangunan Nagan Raya, termaksud pula dalam proses kehidupan bermasyarakat. Generasi muda juga merupakan aktor penentu pembangunan Aceh yang gemilang, generasi muda menjadi harapan dalam setiap kemajuan,perkembangan, peradaban, dan perubahan di Nagan Raya.

Selain itu peranan generasi muda di Nagan Raya seharusnya lebih berorientasi pada upaya membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) dan upaya menjaga kualitas sumber daya alam (SDA), yang ada agar tetap mempunyai daya dukung bagi pembangunan Nagan Raya dasawarsa kedepan dan untuk persiapan bagi generasi mendatang. Generasi muda juga merupakan salah satu wahana untuk membangun, memelihara dan menjalin komunikasi yang harmoni dalam rangka meningkatkan sinergi, persaudaraan, dan rasa persatuan semangat juang tinggi dalam membangun Nagan Raya menjadi lebih baik lagi. Kita sebagai generasi muda harus bisa memiliki satu keahlian dan bisa menciptakan sesuatu yang kreatif dan inovatif dengan demikian kita bisa turut membantu membangun daerah kita ini.

            Bertapa pentingnya peran pemuda dan generasi muda dalam membangun Nagan Raya, maka patutlah bagi kita sebagai generasi muda untuk bertindak sebagaimana dalam aturan-aturan perundang-undangan yang ada, sehingga kita sebagai generasi muda dapat menciptakan daerah ibukota yang berkembang.

Maka oleh sebab itu di perluka dukungan bagi generasi kita agar dapat berkarya dan keluar dari keterpurukan itu, dengan cara berilah mereka perhatian lebih, percayakan mereka untuk memimpin berika pekerjaan yang sesuai dengan keahlian dan kebisaan mereka, karena saat ini putra dan putri Nagan Raya banyak yang menjadi lulusan sarjana (SI,S2) di berbagai bidang baik lulusan keguruan, kebidanan, perkantoran, teknik dan sebagainya namun Ijazah mereka tidak terpakai melamar kerja saja hanya menjadi honorer. Padahal mereka sudah belajar untuk memanagement dengan baik selama 4 tahun, dan sudah banyak pengorbanan yang di lakukan oleh orang tua mereka, mulai dari menjual tanah, perhiasan, bahkan uang untuk keperluan hidup sehari-hari mereka sisihkan untuk pendidikan anaknya berharap suatu saat anaknya bisa sukses dan bisa berkerja di pemerintahan. Namun kenyataan yang ada tidak sesuai dengan harapan mereka.

Setelah anaknya menjadi seorang sarjana bukanlah berkerja di pemerintahan melainkan menjadi pengangguran, sungguh sangat di sayangkan padahal Nagan Raya memiliki begitu banyak perkantoran, tapi saat kita liat yang berkerja di pemerintahan sekarang banyak yang sudah berumur, dan lanjut usia. Kenapa kita tidak mempercayai yang muda-muda untuk memimpin bahkan untuk menjadi aparatur desa saja pemuda di larang, karena kata orang tua, yang muda belum berpengalaman, mereka tidak tau apa-apa. Jika kita terus berpikir demikian maka Nagan Raya tidak akan pernah maju.  Selain dari sektor pendidikan yang harus dibenahi, bupati Nagan Raya juga perlu memberikan sentuhan yang lebih maksimal lagi terkait keadilan dan kesejahteraan yang di cita-citakan oleh seluruh masyarakat. Salah satu alasan diperlukannya sentuhan yang lebih maksimal lagi untuk membangun Nagan Raya di masa mendatang di karenakan indonesia merupakan salah satu negara yang bergabung dengan MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) dan Nagan Raya merupakan bagian dari indonesia, tanpa persiapan yang matang, terutama terkait kualitas sumber daya manusia (SDM) maka kita akan sulit menghadapi tantangan tersebut. Saat berlakunya MEA lapangan kerja tidak hanya di perebutkan oleh sesama penduduk pribumi, tetapi juga dengan pencari kerja dari negara lain. Oleh karena itu untuk menghadapi tantangan tersebut maka diperlukan kolaborasi atau pencampuran  antara sumber daya alam (SDA) dengan SDM, untuk kedua sumber daya tersebut, potensi yang dimiliki Nagan Raya saat ini cukup baik, hanya tinggal cara pemberdayaannya saja, apalagi Nagan Raya punya banyak SDM berkualitas baik yang menetap di Nagan Raya,sejumlah kabupaten/kota laindi Aceh, dan juga tingkat Nasional.

#SPMANaganRaya

*Penulis merupakan peserta lomba menulis SPMA Nagan Raya

 

About the author

mustakim mustakim

mustakim mustakim

Add Comment

Click here to post a comment