Anti Korupsi Profil

Hijrahnya Negeriku Dari Korupsi

Hijrahnya Negeriku Dari Korupsi                      

Oleh: Maulindayani

            Tujuan dari berdirinya suatu Negara ialah untuk mensejahterakan dan memakmurkan masyarakatnya. Namun yang terjadi saat ini ialah sebaliknya, Negara Indonesia belum mampu mencapai tujuannya untuk kemaslahatan rakyat. Hal tersebut tentu berkaitan dengan persoalan yang mengakar hingga kita terus bergelut tanpa penyelesaian yang pasti terhadap problema tersebut. Dalam rangkaian persoalan yang kerap menyita perhatian masyarakat, ada satu masalah yang sampai saat ini belum terselesaikan dan mengakar menjadi wabah yaitu “korupsi”.

Tindakan menyimpang yang disebut korupsi ini benar-benar berhasil memporak-porandakan sistem Negara Indonesia. Tidak ada lagi aparatur Negara yang dapat dipercayai dalam memimpin negeri ini, baik pejabat bahkan pengusaha sekalipun yang terus mengandalkan rakyat kecil saja. Maka tidak heran jika hampir setiap hari kita selalu disuguhi oleh berita tentang korupsi, bahkan dalam bulan yang lalu sempat di gencarkan dengan berita tentang korupsi yang terjadi di Aceh.

Korupsi itu bukan sebuah persoalan yang bisa di anggap persoalan biasa, namun korupsi ini adalah persoalan yang cukup besar, akibat dari korupsi ini dapat membuat pendudukan Indonesia miskin, pendidikan tidak bisa terkelola dengan baik, dan banyak lagi persoalan yang terjadi di Indonesia. Adapun solusi untuk dapat mengatasi korupsi ialah dengan menciptakan generasi muda yang melawan korupsi, apalagi ada suatu siklus yang memang alamiah terjadi yaitu adanya pergantian antara generasi tua yang digantikan oleh generasi muda, dan memang siklus ini tidak dapat dihindari.

Indonesia Corruption Watch mencatat, pada tahun 2017 terdapat 576 kasus korupsi dengan kerugian dengan Negara mencapai Rp 6,5 triliun dan suap Rp 211 miliar, dengan jumlah tersangkanya mencapai 1.298 orang. Jika dibandingkan dengan tahun 2016, penanganan kasus korupsi tahun 2017 mengalami peningkatan yang signifikan, hal ini terutama pada aspek kerugian Negara. Pada 2016 kerugian Negara dari 582 kasus korupsi mencapai Rp 1,5 triliun. Angka ini naik menjadi Rp 6,5 triliun pada tahun 2017.

Adapun berdasarkan sektor, anggaran desa merupakan sektor paling banyak korupsi dengan total 98 kasus dengan kerugian Negara Rp 39,3 miliar. Sektor lainnya, pemerintahan dan pendidikan dengan jumlah kasus dan kerugian Negara berturut-turut adalah sebanyak 55 dan 53 kasus serta kerugian Negara Rp 255 miliar dan Rp 81,8 miliar. Lembaga lainnya adalah pemerintah desa sebanyak 106 kasus dengan kerugian Negara Rp 33,6 miliar.

Melihat dari jumlah uang masyarakat yang di salah gunakan oleh para oknum tikus berdasi ini memang sangat fantastis, pemerintah sudah melakukan segala upaya untuk menindak lanjuti kasus korupsi yang terjadi di Indonesia ini. Mulai dari pembentukan KPK dan sebagainya. Namun, tidak memberikan efek jera bagi para pelaku, yang harus kita lakukan saat ini sebagai generasi muda agar tidak mencontoh perbuatan-perbuatan tersebut. Kemudian menegakkan hukum di Indonesia, jangan nodai semboyan kita dengan kasus-kasus korupsi. Dalam perspektif islam sesungguhnya terdapat niat cukup besar untuk mengatasi korupsi, bahkan telah dibuat satu tap MPR khusus tentang pemberantasan KKN, tapi mengapa tidak kunjung berhasil? tampak nyata bahwa penanganan yang dilakukan belum komprehensif.

            Dari berbagai kasus korupsi kita dapat mengambil pelajaran bahwa sangat penting bagi kita untuk melindungi para generasi dari korupsi, karena generasi muda sangat berperan penting untuk kemajuan negeri ini, dimana mereka yang akan memimpin negeri ke depannya dengan menjadi para aparatur Negara yang jujur serta anti korupsi. Tentunya tidak mudah untuk mewujudkan generasi yang seperti ini, tetapi apabila ada tindakan khusus dari pemerintah serta ada didikan dari orang tua dan guru, maka ada kemungkinan besar untuk terciptanya generasi yang seperti ini.

            Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menciptakan generasi muda yang melawan korupsi:

  1. Memberi pemahaman terkait dampak negatif yang dihasilkan korupsi, yaitu suatu hal yang mesti di tanamkan agar di dalam hati generasi muda tertanam akan bahaya yang di akibatkan perilaku korupsi ini, mereka harus mengetahui bahwa korupsi sangat menyiksa rakyat, akibat korupsi ini banyak rakyat yang harus berada di dalam garis kemiskinan serta hidup di dalam keadaan yang menderita.
  2. Mengoptimalkan peran lembaga pendidikan, lembaga pendidikan memiliki peran yang sangat besar, salah satunya ialah berperan di dalam menanamkan dasar pendidikan moral, tidak banyak yang memahami, bahwa generasi muda banyak sekali menghabiskan waktunya di sekolah, sehingga apa yang di tanamkan di sekolah bisa memberikan bekas yang cukup mendalam. Peserta didik yang jujur dan memiliki sikap yang baik harus juga diberi apresiasi yang tinggi, jangan hanya orang-orang yang pintar saja yang diberikan apresiasi, pola sebelumnya harus diubah, agar peserta didik yang memiliki sikap baik dan berakhlakul karimah tidak terasingkan. Dengan demikian tertanam di dalam fikiran mereka bahwa apa yang telah mereka lakukan adalah sesuatu yang benar.
  3. Membentuk karakter jujur pada generasi muda, adalah suatu hal yang sangat penting, karena dengan adanya sikap jujur ini maka seseorang tidak berani untuk berbohong, dengan tidak adanya berbohong maka perilaku-perilaku tercela tidak akan terjadi. Dengan memiliki sikap jujur, maka sudah tentu membuat generasi muda bisa menjauh dari setiap perilaku tercela, biasanya perilaku tercela yang dianggap hanya memiliki dampak sedikit, ternyata yang awalnya di anggap sedikit bisa menyebabkan orang lain menderita, oleh karenanya jangan pernah kita memberi ruang agar seseorang untuk bersifat tidak jujur, khususnya pada generasi muda, menghilangkan pada pemikiran mereka bersikap tidak jujur adalah sesuatu yang membahayakan dan harus di lawan.

Dengan demikian kita dapat bersikap optimis bahwa dalam menyosong perubahan di Indonesia dalam hal korupsi, akan banyak sekali lahir generasi-generasi muda yang melawan korupsi, mata rantai korupsi bisa terputuskan dengan lahirnya mereka, kesejahteraan dan kemakmuran bisa terwujud dan tidak hanya menjadi mimpi lagi, semoga hal tersebut segera terwujud di Negara kita, Indonesia tersayang.

About the author

mustakim mustakim

mustakim mustakim

Add Comment

Click here to post a comment