Profil

Menciptakan Generasimuda Anti Korupsi

MENCIPTAKAN GENERASIMUDA ANTI KORUPSI

*Megawati

Masa depan bangsa dan negara indonesia terdapat di tangan generasi muda. Generasi muda (penerus) adalah suatu perubahan, penentu perkembangan ataupun kemunduran suatu bangsa dan negara indonesia namun fakta dapat kita lihat di sekitar kita banyak khasus korupsi yang melanda bangsa indonesia salah satu yang terlibat adalah anak muda. Hal tersebut terjadi karena sifat mayoritas anak-anak muda saat ini ingin mendapatkan sesuatu dengan cara cepat, sukses dengan cara cepat, kaya dengan cara cepat dan semuanya ingin serba cepat terjadi. Begitulah yang terjadi di kalangan anak muda zaman sekarang.

Korupsi telah melanda hampir pada seluruh sendi kehidupan bangsa indonesia. Kejahatan luar biasa ini memerlukan upaya untuk menciptakan generasi muda anti korupsi. Salah satu upaya untuk menciptakannya dengan memberikan pembekalan melalui pendidikan karakter kepada mahasiswa  kepada pemuda penerus bangsa dan negara. Perlu adanya sosialisasi tentang pendidikan anti korupsi dan pendidikan berkarakter agar berjalan sesuai dengan maksud dan tujuan, mencerdaskan kehidupan bangsa indonesia yang bersih dari korupsi.

Penerapa pendidikan karakter diharuskan ada di setiap instansi pendidikan khususnya perguruan tinggi yang memang disana terdapat banyak kader-kader penerus masa depan yang dipersiapkan untuk memimpin Negara Indonesia. Dengan adanya pendidik anti korupsi dan implementasinya, pendidikan karakter di harapkan dapat membentuk pribadi yang berkualitas, memiliki moral-moral baik sehingga terciptanya kemajuan bangsa yang memiliki sumber daya manusia yang berkualitas.

Seorang mahasiswa yang di butuhkan bangsa harus memiliki karakter kuat dalam diri dan memiliki mental yang kuat serta bisa jujur dan amanah, agar tidak mudah terpengaruh dengan hasudan orang yang tidak mau memikirkan masa depan bangsa. Dalam hal ini, dosen merupakan orang yang paling dekat dan bisa menanamkan sifat tersebut kepada mahasiswa. Terutama pada saat pembelajaran sebaiknya dosen bisa memberi materi serta motivasi untuk mengukuhkan mental mahasiswa. Sehingga terbentuklah mahasiswa yang berjiwa disiplin, adil, jujur, tertib peraturan untuk bangsa indonesia yang lebih baik.

Sebagai generasi muda penerus kemajuan bangsa indonesia harus sadar akan hal itu, memiliki peranan penting, sebab lima atau sepuluh tahun kedepan kita mahasiswa menjadi orang yang memimpin Negara Indonesia. Negara dengan cengkeraman pemuda dan kesuksesan pemerintahan yang akan di tentukan oleh pemuda saat ini. Keterlibatan mahasiswa dalam upaya menciptakan generasi anti korupsi yang merupakan kewenangan institusi penegak hukum. Peran aktif mahasiswa di harapkan lebih di fokuskan pada upaya menciptakan generasi anti korupsi dengan ikut membangun budaya anti korupsi di masyarakat. Tidak cukup itu, tugas mahasiswa yang paling penting yakni mengubah paradigma bagaimana cara untuk melakukan sebuah perubahan, agar tidak bermunculan generasi-generasi korupsi yang baru.

Bentuk perwujudan mahasiswa,  bisa berupa upaya menanamkan nilai budaya integritas yang dilaksanakan secara kolektif dan sistematis, baik melalui aktivitas budaya anti korupsi dan internalisasi budaya anti korupsi di lingkungan kampus. Dengan kesamaan cara pandang pada setiap mahasiswa di seluruh indonesia bahwa korupsi itu jahat, dan pada akhirnya para individu tersebut berperilaku aktif mendorong terwujudnya tata kepemerintahan yang bersih dari korupsi di harapkan menumbuhkan prakarsa. Prakarsa aktif, serta perbaikan tata kepemerintahan pada umumnya. Tingkat keberhasilan strategi ini di ukur berdasarkan indeks perilaku anti korupsi yang ada di kalangan tata kepemerintahan maupun generasi penerus bangsa di seluruh indonesia.

  1. Generasi Muda Anti Korupsi

Bagaimana cara menanggulangi banjir korupsi yang marak terjadi di indonesia?

Meminimalisasi terjadinya kasus korupsi. Menurut saya, hal yang sangat efektif dapat di lakukan di sekolah adalah mencegah (preventif) terhadap munculnya bibit-bibit koruptor, dengan melibatkan seluruh komponen sekolah mulai dari kepala sekolah, staf pimpinan sekolah, bapak/ibu guru, orang tua siswa, siswa instanti terkait, beberapa tindakan preventif untuk meminimalisasi munculnya kasus-kasus korupsi di kemudian hari bermula dari sekolah, yaitu:

  1. Mengajak siswa dan seluruh komponen sekolah untuk menegakkan kejujuran dalam berbagai situasi dan kondisi. Khusus bagi siswa, jujur dalam mengerjakan tugas, jujur saat ulangan dan jujur saat ujian.
  2. Membiasakan untuk terbuka atau transparan dalam mengelola keuangan sekolah, maupun keuangan yang dikelola siswa, seperti sumbangan teman sakit, iuran siswa, dan lain-lain.
  3. Senantiasa meningkatkan kualitas iman dan taqwa dengan melakukan berbagai aktifitas rutimitas ritual ataupun yang bersifat incidental, yakinlah dengan keimanan dan ketaqwaan dapat mencegah dari perbuatan yang tercela.
  4. Mengadakan berbagai kegiatan yang memicu kesadaran bahwa korupsi itu adalah perbuatan tercela yang dapat merugikan diri sendiri dan orang banyak. Hal ini dapat di lakukan dengan mengundang nara sumber yang kompeten.

 

  1. Upaya Pencegahan Korupsi

Pada dasarnya korupsi terjadi karena adanya faktor internal (niat) dan faktor eksternal (kesempatan). Niat lebih terkait denga faktor individu yang meliputi prilaku dan niat-niat yang di anut, sedangkan kesempatan terkait dengan sistem yang berlaku. Upaya pencegahan korupsi dapat dimulai dengan menanamkan nilai-nilai anti korupsi pada semua individu. Nilai-nilai anti korupsi yang penting untuk ditanamankan pada semua orang termasuk generasi penerus bangsa yaitu: kejujuran, kepedulian, kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, keberanian dan keadilan.

Cara untuk mencegah korupsi yang harus di mulai dari diri sendiri caranya:

  1. Perbaiki moral da mental diri.
  2. Tumbuhkan semangat anti korupsi dalam diri.
  3. Praktikkan anti korupsi dalam setiap perbuatannya.
  4. Pengaruhi orang lain agar semangat anti korupsi tumbuh dalam kepribadiannya.
  5. Buat atau ikuti komunitas anti korupsi untuk mengumpulkan maupun berkumpul dengan orang-orang yang memiliki ideologi serupa.
  6. Bersama, adanya kegiatan seperti penyuluhan, workshop, pembelajaran, atau lainnya sebagai upaya mengurangi korupsi di indonesia.
  7. Teruslah aktif dalam mengurangi korupsi.

Pencegahan korupsi di sektor publik salah satu cara mencegah korupsi adalah dengan mawajibkan pejabat publik melaporkan dan mengumumkan jumlah kekayaan yang dimiliki baik sebelum dan sesudah menjabat. Kesulitan timbul ketika kakayaan yang didapatkan dengan melakukan korupsi di alihkan kepemilikannya ke orang lain. Selain itu pengadaan barang atau kontrak pekerjaan di pemerintahan pusat dan daerah maupun militer sebaiknya melalui lelang atau penawaran secara terbuka. Masyarakat diberi akses untuk dapat memantau dan memonitor hasil pelelangan tersebut. Korupsi juga banyak terjadi dalam perekrutan pegawai negeri dan anggota TNI-Polri baru. Korupsi, Kolusi dan Nepotisme sering terjadi dalam proses rekrutmen tersebut. Sebuah sistem yang transparan dan akuntabel dalam hal perektutan perlu dikembangkan.

Oleh karena itu, kita sebagai generasi muda indonesia sebagai generasi anti korupsi, harus bangkit!!! Bukan bangkit dari tempat tidur, tapi bangkit dari kesadaran sendiri, moral, dan agama. Percuma saja punya agama kalau aqidahnya tidak di pakai dalam kehidupan sehari-hari, malah rusak ni Negara. Kita generasi anti korupsi, harus bisa mencegah korupsi, jangan malah ikut-ikutan korupsi!! Bisa kacau Negara kita ini, harus siap berantas para koruptor!! Setuju kawan??? Setuju!!

Say no to corruption.

 

DATA PRIBADI

  1. Nama Lengkap : Mega Wati
  2. Tempat, Tanggal Lahir : Kutapanjang, 19 Juni 1996
  3. Domisili : Banda Aceh
  4. Jenis Kelamin : Perempuan
  5. Agama : Islam
  6. Status : Belum Menikah
  7. Telepon : 085206554171
  8. E-mail : megawatifitri19@gmail.com

 

RIWAYAT PENDIDIKAN

  1. FORMAL
  2. (2008) lulusan SD Negeri 3 kutapanjang
  3. (2011) lulusan SMP Negeri 1 kutapanjang
  4. (2014) lulusan SMA Negeri 1 kutapanjang