Anti Korupsi

Generasi Penerus Yang Bebas Dari Tindakan korupsi

Generasi Penerus Yang Bebas Dari Tindakan korupsi

Said Hajril Auliza

Hampir setiap hari saat ini kita membaca atau mendengarkan kasus kasus korupsi entah itu dari berita televisi, radio, bahkan media cetak yang menampilkan pejabat pejabat baru yang tersangkut kasus korupsi.

Sangat memprihatinkan, apa lagi masa kini adalah masa dimana pejabat-pejabat baru bangsa indonesia harus transparan terhadap rakyat. Guna membuktikan janji janjinya pada saat kampanye.Korupsi selalu menjadi topik yang tidak akan pernah habis untuk diperbincangkan, Topik ini selalu menarik perhatian publik karena akibat dari tindakan korupsi sangat  merugikan banyak pihak, baik pemerintah maupun masyarakat. korupsi menjadi pelanggaran kolosal yang mengenaskan, Hukum saja dipermainkan para  koruptor.

Mafia dan koruptor sedang menggerogoti negeri tercinta ini, Harta negara yang sedianya digunakan untuk meningkatkan pendidikan, kesejahteraan, dan kesehatan rakyat, justru malah dinikmati segelintir orang. Inilah tragedi yang memilukan bangsa ini, Indonesia berada dalam kondisi gawat korupsi karena kondisinya yang sudah sangat memprihatinkan.Praktis tidak ada lagi aparatur negara yang bisa dipercayai di negeri ini, baik Jaksa, Polisi, Hakim, Pegawai Negeri,Pejabat, Anggota Dewan, dan bahkan sudah masuk ke levelan terendah aparatur negara dengan toleransi yang sangat tinggi terhadap perbuatan korupsi.

Tidak heran setiap harinya kita selalu disuguhi oleh berita yang membuat banyak orang frustasi terhadap kondisi negara, Korupsi muncul karena berbagai sebab yang saling menunjang, sehingga ia dapat tumbuh subur di tengah masyarakat.Masalah korupsi yang telah masuk dalam kategori yang cukup rumit untuk dipecahkan atau diselesaikan ini juga dapat mengalihkan perhatian pemerintah terhadap masalah-masalah lain. Percaya tidak percaya, kenyataan yang berbicara. Salah satu hal penting yang justru terabaikan akibat adanya masalah korupsi adalah masalah pembangunan. Karena bisa kita lihat bahwa Negara kita adalah Negara yang sedang berkembang, Oleh karena hal itu, maka ujung-ujungnya pembangunan akan tersendat ditengah jalan.

Setuju atau tidak, tapi itulah yang terjadi di Negara kita sekarang. Pembangunan yang telah kita rencanakan sejak lama , hanya tinggal mewujudkan rencana tersebut dalam kehidupan bernegara tiba-tiba berhenti ditengah jalan akibat masalah korupsi yang terus saja muncul dan makin sulit diselesaikan. Pembangunan yang tidak sempurna malah akan membawa Negara kita menuju gerbang kemiskinan. Segala yang telah direncanakan harus berantakan karena ulah anggotanya sendiri. Bukankah ini  sudah menjadi bukti bahwa korupsi sangat meresahkan Negara dan warganya? Kapan kita terbebas dari korupsi? Itu selalu menjadi tanda tanya besar dikalangan rakyat.

Namun kita harus sadar bahwa itu tergantung pada diri sendiri. Untuk menghindari tindak korupsi, maka hal yang terpenting adalah memberikan ilmu agama dan juga penekanan pendidikan karakter sebagai bangsa yang besar. Dalam agama Islam, banyak sekali kisah masa lampau yang bisa dijadikan sumber motivasi untuk menumbuhkan generasi anti korupsi. Salah satu contoh, Umar bin Khatab, khalifah kedua Khulafaur Rasidin, beliau memberikan tauladan yang baik sebagai seorang pejabat negara. Ia mematikan lampu saat berbicara urusan keluarga sebab lampu itu menyala dengan minyak yang dibiayai oleh uang negara. Kisah-kisah religius semacam itu perlu diberikan kepada anak-anak untuk membentengi perilaku korupsi sejak dini.

Apalagi Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia  yang intinya  kita harus menanamkan nilai agama didalam hati. Dan juga Pengenalan korupsi sebaiknya di lakukan lebih awal kepada generasi  generasi bangsa sehingga mereka tahu dan sadar bahwa korupsi itu bukanlah hal yang benar. Cara lainnya yaitu hukuman bagi pelaku korupsi, selain penjara. Pelaku korupsi selama ini hanya dihukum di penjara saja sehingga mereka tidak medapatkan pengajaran apa  apa setelah keluar dari penjara. Mereka mungkin jera, tapi mereka jera karena takut di masukan kepenjara lagi, bukan karena merasa bersalah dan menyadari bahwa ia memang salah. Dalam hal ini, sebaiknya pemerintah menciptakan hukuman baru yang lebih bermanfaat bukan hanya bagi pelaku akan tetapi juga orang lain.
Apa yang pemuda harus lakukan???? Pemuda melawan korupsi bukanlah perkara mudah karena korupsi sudah menjalar ke seluruh lapisan masyarakat.Pemuda harus mampu melawan saudaranya yang korupsi,paling tidak teman atau tetangganya yang korupsi.Pemuda harus mampu melawan dirinya untuk tidak ikut serta menikmati harta hasil korupsi.Ketika berkendara dan ditilang ia harus mampu untuk tidak menyuap polentas, tidak menyogok aparatur negara dalam mempercepat urusan pelayanan. Namun jika hal tersebut dapat dilakukan oleh para pemuda maka kekuatan pemuda akan menjadi penghalang utama bagi koruptor-koruptor yang merugikan keuangan negara dan memiskinkan warga negara Indonesia.karena dari hal yang kecil bisa merubah menjadi hal yang besar. Bangsa yang makmur sejahtera dan penuh dengan kedamaian menjadi dambaan seluruh masyarakat Indonesia. Namun tidak dapat dipungkiri, semua itu tidak akan dapat terwujud dengan mudah.Terciptanya perdamaian dan kemakmuran bangsa tidak bisa dilepaskan dari masyarakat yang berbudaya dan bermoralitas, dan bersifat transformatif. Budaya dan moral, kedua itu sangat penting untuk menopang tegaknya bangsa dan negara. Suatu negara tidak hanya memerlukan pemerintahan yang baik, tetapi juga masyarakat yang berbudaya dan bermoral Saat ini Indonesia sedang menghadapi persoalan yang amat rumit. Budaya korupsi sudah menjangkiti pejabat negara dari level atas hingga bawah dengan melibatkan pejabat eksekutif, legislatif dan yudikatif. Jika dibiarkan, korupsi berjamaah itu akan semakin membawa Indonesia ke jurang kehancuran. Generasi muda perlu dibekali jiwa anti korupsi agar kelak bisa menjadi pelopor pembangunan yang bersih dan bisa dipercaya. Beberapa kasus besar yang terjadi seperti penggelapan pajak, kasus korupsi pengadaan Alquran, pembangunan Wisma Atlet Hambalang, kasus suap penyelesaian sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi melibatkan sejumlah pejabat eksekutif, legislatif, dan yudikatif bahkan oknum kepolisian yang seharusnya menjadi pahlawan pemberantasan korupsi. Belum lagi berbagai kasus yang terjadi di tingkat daerah baik provinsi maupun kabupaten. beberapa cara menanamkan karakter anti korupsi menurut saya : Taat beragama, Menanamkan nasionalisme, Menanamkan tanggung jawab, Menanamkan kejujuran Disetiap individu masyarakat tau kalau korupsi itu hal yang dilarang oleh agama dan negara tapi mereka terus dan terus melangkah untuk melakukannya karena mereka buta akan duniawi seolah olah apa yang mereka lakukan itu tak apa apa, contoh jika kita liat di televisi ketika mereka di bawa ke kantor KPK mereka tetap senyum senyum saja menyapa warganya tanpa rasa dosa dan bersalah sekalipun. Ratusan Juta rakyat Indonesia Lapar, Haus, dan Miskin, sedangkan para koruptor masih saja bergentayangan di di gedung-gedung amanah rakyat, dimeja mengkilat, mengendarai mobil mewah tanpa malu kami akan terus bergerak, berontak dan lawan para koruptor yang menjadi penyakit mental bangsa,Maka disetiap individu harus memiliki karakter tersebut.

Untuk melawan korupsi.Saatnya kita menjadikan semangat anti korupsi sebagai wujud nasionalisme baru di era kemerdekaan untuk menumbuhkan generasi anti korupsi.Kita benci,kita anti dan kita siap terus melawan korupsi, semoga Indonesia bisa merdeka dari yang namanya korupsi, mari bersama-sama kita bersatu melawan korupsi!!!!!!! Stop korupsi!!!!!!!Selamatkan Indonesia …… Allahu Akbar..

Tentang Penulis

Said Hajril Auliza

Tempat /Tanggal Lahir : Blang Me / 20 Maret 2000

Alamat : Blang Me Kecamatan Kutablang, Bireuen

Umur : 18 Tahun

Asal Sekolah : Alumni Man 3 Bireuen Tahun 2018

No Hp : 081360222868 / 085358444463 (WA)