Anti Korupsi

Generasi dalam linimasa, pembawa perubahan atau kehancuran?

Generasi dalam linimasa, pembawa perubahan atau kehancuran?

*Tarmizan

Mendengar kata generasi, yang terbesit dibenak kita adalah mereka yang masih polos di bangku Pendidikan Taunya belajar dan belajar pergi pagi pulang siang, serta dilanjutkan dengan bermain atau lain sebagainya. Meski tak jarang kita mendengar beberapa anak mendapatkan penghargaan tingkat nasional maupun internasional dari hasil kerja keras giatnya belajar. Namun hanya sebagian dari mereka yang memperoleh penghargaan apalagi di zaman masa milenial ini, contohnya remaja tingkat siswa sekarang taunya jajan, dan bermalasan dengan gadget, siapa yang salah? Orang tua? Guru? Semua itu kembali kepada masing-masing sebgai orang tua atau pengajar! contoh tingkat atas mahasiswa yang sudah mengerti kemana arah dia melangkah kedepan, tapi yang kita lihat selama ini dilapangan, kuliah titip absen, tugas pinjam dari teman, apakah hal yang baru kita dengar! Sungguh bukan hal yang baru bagi mehasiswa mendengar kata seperti yang disebutkan tadi. Siapa yang salah? pengajar? Mahasiswa atau sistem belajar? Sungguh kita tidak bisa menyalahkan siapa-siapa. Dalam hal ini perlu kita ketahui tanpa kita sadari praktik korupsi dimulai.

Korupsi adalah tindakan penyalahgunaan kepercayaan yang sudah diberikan kepada seseorang dalam suatu kelompok atau organisasi untuk memenuhi kebutuhan pribadi, lebih tepatnya keuntungan pribadi. Tanpa disadari dari jenjang Pendidikan praktik korupsi tersebut dimulai, kepercayaan yang sudah diberikan oleh orangtua untuk belajar dia manfaatkan dengan cara titip absen dan lain sebagainya yang bersifat menipu untuk mendapatkan keuntungan bagi dirinya sendiri maupun kelompok  yang sejalan pemikiran dengannya. Apakah semua remaja, mahasiswa maupun pemuda mempunyai sifat yang sama? Tentu saja tidak masih banyak generasi muda di Indonesia ini akan sadar kerugian bagi orang lain dengan menguntungkan dirinya sendiri. Lantas apa penyebab sebagian pemuda rela menipu dalam berbagai hal demi kepentingan dirinya? Semua itu dimulai dari rumah saat di jejang Pendidikan dasar yang dia dapatkan dengan bekal pastinya orang tua untuk menanamkan pemahaman tentang akhlak mulia saling menghormati antar sesama dan pastinya pembekalan dasar-dasar agama. Maka dengan sendirinya dia tumbuh dewasa akan mengingat apa yang dulu diajarkan untuk kebaikan karna didasar dengan keimanan untuk terus berbuat baik.

Jadi apakah semua dibekali dengan keimanan untuk terus bertaqwa mengingat dosa dan salah jika merugikan orang lain? Pastinya mustahil terjadi pada setiap insan manusia. Mengapa, karena buktinya kerugian negara sekarang di akibatkan oleh pemipin-pemipin itu sendiri yang dulunya merupakan generasi penerus bngsa ini. Apakah akan terus terjadi dimasa yang akan datang kerugian negara dengan cara korupsi? Sungguh kita tidak bisa memprediksinya namun setidaknya kita dapat mengantisipasi dengan berbagai macam cara baik itu dengan mengingat antar sesama generasi kejalan yang benar. Karna korupsi itu adalah perbuatan yang sangat kejam dengan cara yang sangat mudah dilakukan. Siapa yang mudah melakukan? Mereka, ya mereka yang punya kekuasaan dulunya merupakan generasi bangsa ini.

Perubahan yang dilakukan pastinya cerminan dari kehancuran yang kita lihat sekarang ini, apakah mereka yang membuat kehancuran adalah tidak berpendidikan! Tentu saja tidak, justru mereka yang mempunyai Pendidikan jenjang yang lebih tinggi. Jadi kenapa kasus korupsi masih terjadi padahal dengan jelas korupsi itu merugikan orang banyak. Itulah sifat tamak yang ada pada manusia ingin terus mendapatkan lebih dan lebih sehingga rasa tamak ini muncul dan menyebabkan korupsi yang tentu merugikan bagi diri sendiri dan orang lain. padahal tuntunan agama Islam yang jelas-jelas menyebutkan “Dan janganlah kamu makan harta diantara kamu dengan jalan yang bathil, dan janganlah kamu menyuap dengan harta itu  kepada para hakim, dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagaian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui” (Q.S. Al Baqoroh: 188)

Apakah pejabat yang korupsi dinegara ini tidak menghiraukan ayat diatas? Atau pura-pura tidak tau? Sungguh seandai korupsi itu bukan perbuatan dosa memakan yang bukan haknya, maka benar- benar merupakan tindakan yang tidak bermoral.  Namun apakah semua generasi yang dulunya tumbuh dewasa dengan kelakuan baik tidak mau memperbaiki negara ini? kemana mereka sekarang apakah diam dengan menyaksikan kehancuran? Tentu saja tidak karna mereka tau negara ini punya hukum untuk menindak lanjuti kasus yang merugikan orang banyak atau lebih tepatnya kasus korupsi. Karena korupsi itu adalah perbuatan melawan hukum. Semoga kita berharap kedepan keadilan ditegakkan untuk melalui jalur hukum yang telah ditetapkan oleh undang undang dasar negara ini.

Kehancuran yang kita rasakan hari ini pastinya akan menjadi contoh untuk melakukan perubahan dimasa yang akan datang untuk kebaikan generasi penerus yang akan memegang estafet kepemimpinan dimasa depan, semoga kita semua menyadari dan saling mengingatkan antar sesama untuk kebaikan orang banyak dan negara ini kedepan. Insya Allah kemajuan negara yang akan datang ditangan generasi milenial hari ini, pastinya yang peduli dengan sesama dan sadar akan kerugian oarang banyak dengan melakukan korupsi.

Tentang Penulis

Nama : Tarmizan
Tempat/Tanggal Lahir : Simpang Peut / 13 Mei 1993
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Agama : Islam
Tinggi/Berat Badan : 165 cm/52 Kg
Status Pernikahan : Belum Menikah
Alamat  KTP : DS. Simpang Peut, Kec. Arongan Lambalek, Kab. Aceh Barat.
Alamat Domisili : Blangkrung, kec. Baitusalam, Kab. Aceh Besar.
Telepon/HP : 0853 6274 5666
Email : tarmizan13@gmail.com