Anti Korupsi

Korelasi Peran Pendidikan Agama dan Pendidikan Moral untuk Membentuk Karakter Generasi yang Anti Terhadap Korupsi

Korelasi Peran Pendidikan Agama dan Pendidikan Moral untuk Membentuk Karakter Generasi yang Anti Terhadap Korupsi

* RIYAN AULIYANDA SAFRIZAL

 

Dalam kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI),korupsi  didefinisikan “Penyelewengan atau penggelapan uang negara atau perusahaan, dan sebagainya untuk keperluan pribadi”. Sedangkan dalam Undang-Undang No. 20 tahun 2001 dapat diambil pengertian bahwa korupsi adalah “Tindakan melanggar hukum dengan maksud memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi yang berakibat merugikan keuangan negara atau perekonomian Negara”.

Persoalan terhadap korupsi di Indonesia tidak habis-habisnya ini merupakan menjadi perhatian serius bagi masyarakat umumnya dan pemerintah khusunya pemerintah terus berupaya meminimalisir angka korupsi di Indonesia,oleh karena itu pada tahun 2002,Presiden Megawati Soekarno Putri membentuk lembaga yang mempunyai wewenag untuk untuk menagkap para Koruptor,lembaga ini diberi nama dengan KPK (Komisi Pemberatasan Korupsi),alasan Megawati membentuk lembaga ini adalah karena banyaknya praktik korupsi yang dilakukan oleh pejabat pada Instansi Kejaksaan dan Kepolisian pada saat itu, Korupsi kini sudah menjadi permasalahan serius di Negeri ini. Kasus korupsi sudah tidak terhitung lagi jumlahnya. Meskipun sudah ada Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) dan beberapa Instansi anti korupsi lainnya. namun faktanya Negeri ini masih menduduki ranking atas sebagai Negara terkorup di Dunia. Karena dari itu, korupsi patut menjadi perhatian serius bagi kita semua. Pendidikan anti korupsi sesungguhnya sangat penting guna mencegah tindak pidana korupsi. Jika KPK dan beberapa instansi anti korupsi lainnya menangkapai para koruptor, maka Pendidikan anti korupsi juga penting guna mencegah adanya koruptor. Seperti pentingnya pelajaran akhlak, moral dan sebagainya. Pelajaran akhlak penting guna mencegah terjadinya kriminalitas. Begitu halnya pendidikan anti korupsi itu penting guna mencegah aksi korupsi. Nyatanya sekarang, penangkapan para koruptor tidak membuat jera yang lain. Koruptor junior terus bermunculan. Mati satu tumbuh seribu, kata pepatah. Salah satu kekeliruan upaya pemberantasan korupsi selama ini adalah terlalu fokus pada upaya menindak para koruptor. Sedikit sekali perhatian pada upaya pencegahan korupsi. Salah satunya lewat upaya Pendidikan Antikorupsi .Menyadari hal ini, tersembul gagasan memasukkan materi antikorupsi dalam kurikulum pendidikan tingkat SD hingga SMU, sebagai bentuk nyata pendidikan antikorupsi. Tujuan Pendidikan Antikorupsi adalah menanamkan pemahaman dan perilaku antikorupsi. Pendidikan Antikorupsi ini berkaitan dengan pengajaran nilai-nilai moral Kemanusiaan dan Akhlak yang diajarkan oleh Agama. Agama sangat mengharamkan korupsi, karena dalam agama Islam korupsi merupakan sebuah bentuk pengkhianatan, banyak sekali Ayat-Ayat dalam Al-Qura’n maupun Hadis yang melarang kegiatan korupsi dalam hal apapun.

Bicara tentang Pendidikan Antikorupsi dalam perspektif Islam. Kita harus merujuk pada Al-Qur’an dan Al-Hadis sebagai sumber utama dari ajaran Islam. Pendidikan korupsi adalah suatu hal penting dalam upaya pemberantasan korupsi.Pemberantasan korupsi bukan hanya menyangkut bagaimana menangkap dan memidanakan pelaku tindak pidana korupsi, tetapi lebih jauh adalah bagaimana mencegah tindak pidana korupsi agar tidak terulang pada masa yang akan datang melalui pendidikan anti korupsi.Jika melihat dari pengertian korupsi yang sudah disebutkan diatas, bisa disimpulkan jika korupsi adalah sejenis penghianatan, dalam hal ini adalah penghianatan terhadap Rakyat yang telah memberikan amanah dalam mengemban tugas tertentu. Dalam Al-Qur’an Allah SWT telah banyak mengingatkan Manusia tentang hal ini. Antara lain dalam surah Al Baqarah ayat 188

Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu Mengetahui. (QS. Al Baqarah: 188)

Lantas bagaimana cara membentuk suatu karakter yang dapat membentengi daripada perbuatan korupsi,korupsi dalam prespektif islam merupakan suatu perbuatan tercela dan bahkan dilarang karena korupsi dalam islam termasuk kedalam pidana jinayah yang hukumannya sama dengan hukum mencuri,pada dasarnya perbuatan korupsi disebabkan oleh pedangkalan ilmu agama dan kurangnya minat untuk mengetahui dan mempelajarinya, karena korupsi tidak akan terjadi apabila seseorang benar-benar mempunyai landasan dan tumpuan sebagai tolak ukur pemikirannya jika hendak melakukan suatu tindak kejahatan seperti korupsi,landasan dan tumpuan yang dimaksud adalah Pengetahuan Agama,Adapun cara yang harus ditempuh adalah memberi pelajaran agama pada Sekolah Umum jika selama ini hanya sekolah di bawah naungan kementrian Agama yang mempelajari ilmu agama secara komprehensif dan terkait hal ini ada beberapa pendapat para pakar diantaranya adalah:

  • Pakar Pendidikan, Arief Rahman memberikan saran jika pendidikan anti korupsi lebih tepat dijadikan pokok bahasan dalam mata pelajaran tertentu. Sebuah usulan yang mesti dicermati. Materi pendidikan antikorupsi nantinya bisa saja diselipkan dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN), Matematika, Bimbingan Karir, Bahasa. Pokok bahasan mencakup kejujuran, kedisiplinan, kesederhanaan, dan daya juang. Selain itu, juga nilai-nilai yang mengajarkan kebersamaan, menjunjung tinggi norma yang ada, dan kesadaran hukum yang tinggi. Disamping itu penanaman nilai  tanggung jawab dalam diri setiap siswa juga sanat penting, ini berarti siswa teguh hingga terlaksananya tugas. Tekun melaksanakan kewajiban sampai tuntas. Pengembangan rasa tanggung jawab adalah bagian terpenting dalam pendidikan anak menuju kedewasaan. Menjadi orang yang bermutu sebagai manusia.
  • Imam Suprayogo juga berpendapat jika Pendidikan Islam harus bisa terintegratif dan berisi serta masuk dalam seluruh relung kehidupan sekolah, dan apalagi di keluarga masing-masing, maka saya berkeyakinan Islam menjadi sebuah budaya dan bahkan peradaban, yaitu budaya dan peradaban Islam. Islam yang selalu mengajarkan tentang hidup santun, menghargai dan hormat pada orang lain, apalagi kepada orang yang lebih tua apalagi guru dan orang tuanya sendiri; penuh kasih sayang, selalu menghindar dari perbuatan rendah seperti berbohong, tidak jujur, tidak amanah(korupsi);. Adapun pelaksanaan yang dapat dilakukan adalah:
  1. Selalu mendekat pada Allah melalui kegiatan spiritual seperti banyak berdzikir (ingat Allah).
  2. Salat berjama’ah.
  3. Membaca Al-Qur’an dan lain-lain.

Dengan ini justru Islam akan lebih terasakan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi Pendidikan Islampun juga bisa menjadi Pendidikan yang menjauhkan dari tindakan korup.

  • Abdul Djamil (Rektor IAIN Walisongo Semarang) dia berpendapat jika peran Agama untuk pemberantasan korupsi sebenarnya bagus yakni mengajarkan dalam bentuk Pendidikan, berlomba-lomba meraih kebajikan dan menjahui segala kemungkaran atau kejahatan. sayangnya hidup Manusia yang beragama, tidak pernah konsisten. Manusia beragama masih bergantung pada situasi dan kondisi. Jika di lingkungan Tempat Ibadah, patuh pada Hukum Agama, namun sebaliknya jika kondisi memungkinkan, jauh pada aturan Agama. Karena itu, korupsi yang juga terjadi di tingkat masyarakat bawah sangat mungkin terinspirasi dari korupsi di tingkat atas. Sistem pemerintahan yang ada belum mampu menciptakan masyarakat bersih karena dalam diri pribadi tersimpan watak korup.

Pendidikan Anti Korupsi Melalui Pendidikan Moral

Dalam konteks pendidikan,”Memberantas korupsi sampai ke akar-akarnya” berarti melakukan rangkaian usaha untuk melahirkan generasi yang tidak bersedia menenerima dan memaafkan suatu perbuatan korupsi yang terjadi.korupsi yang merupakan hasil persilangan antara keserakahan dan ketidakpedulian sosial,para pelaku korupsi adalah mereka yang tidak bisa mengendalikan keserakahan dan tidak peduli atas dampak yang disebabkan oleh perbuatannya tersebut,oleh karena itu pendidikan harus diarahkan menjadi pendidilkan watak/akhlak,pendidikan watak adalah pendidikan nilai,realitas pendidikan sekarang telah menempatkan nilai-nilai pendidikan hanya berhenti pada verbalisme dan indoktrinasi sehingga pendidikan nilai dan watak tidak berhasil merubah Way Of Life pendidikan bangsa.pendidikan pada saat lebih mementingkan formalisasi daripada substansinya. nilai,ranking,indeks prestasi,ujian nasional,ijazah dan sebagainya menjadi lebih penting dibandingkan pembentukan kepribadian secara utuh.paradigma mekanistik menjadikan pendidikan hanya sekadar Input-Proses-Output, yang menjadikan sebuah lembaga pendidikan sebagai proses produksi. Anak didik dipandang sebagai raw-input, sementara guru,kurikulum dan fasilitas pendidkan dipandang sebagi instrumental input baik, maka akan menghasilkan proses yang baik,dan akhirnya menghasilkan output yang baik pula. Sistem mekanistik seperti ini menyebabkan anak didik diperlakukan layaknya barang produksi. Yang paling parah adalah tidak adanya norma yang bisa diteladani oleh peserta didik karena proses pendidikan yang mereka tempuh dirusak oleh “penghalalan” segala cara untuk lulus ujian akibatnya nilai-nilai kejujuran kehilangan makna secara sistematis para pendidik dan lembaga pendidikan mengajarkan dan memberi contoh untuk melanggarnya. Hal ini sangat berpengaruh terhadap karakter peserta didik karena pembentukan karakter peserta didik dipengeruhi oleh proses peserta didik bersosialisasi baik secara sengaja maupun tidak sengaja.cara mengatasinya adalah dengan bersosialisasi dengan sengaja (terencana) misalnya, dalam pendidikan dilaksanakan dengan mata pelajaran yang berkaitan dengan pembentukan watak dan kepribadian. Sedangkan opsi yang kedua dengan cara sosialisasi secara tidak sengaja adalah apa yang disaksikan dan dialami oleh peserta didik di dalam interaksi sosialnya, nilai-nilai yang ditanamkan secara tidak sengaja kadangkala lebih kuat perannya dalam membentuk kepribadian seseorang.

Jadi,pendiikan antikorupsi sebagai pendidikan moral harus dapat memberikan Moral Knowingtentang korupsi, yaitu Moral Awrenness (kesadaran moral) terhadap bahaya korupsi,Knowing Moral Values(pengetahuan nilai-nilai moral), Moral Reasoning (alasan moral) mengapa korupsi harus ditolak, Decision Making(mengambil keputusan moral) untuk melawan dan memberantas korupsi dan Selfknowledge(pengetahuan diri) untuk tidak menjadi koruptor.

Moral Felling terhadap korupsi, yaitu Considence(kesadaran) bahwa korupsi adalah termasuk kejahatan terhadap kemanusian, Self-Esteem (kepercayaan diri) untuk hidup bersih tanpa korupsi,Emphaty(merasakan penderitaan orang lain), sehingga merasakan penderitaan yang ditimbulkan akibat perbuatan korupsi itu sendiri, Loving The Good (cinta terhadap kebaikan), Self-Control (kontrol diri) dengan cara mengendalikan diri agar tidak terjebak dengan nafsu dan keserakahan, Humility (kerendahan hati). Dengan cara tersebut, maka akan lahir karakter manusia yang memiliki kompentesi yang cukup untuk memberantas korupsi,memiliki keinginan kuat melawawan korupsi,dan memiliki kebiasaan hidup tanpa korupsi.

Tentang Penulis

Riyan Auliyanda Safrizal

Lahir di Ranto Panyang, Aceh Barat, Aceh pada 17 Januari 2000 adalah mahasiswa Program Sarjana (S1), ia adalah mahasiwa di Perguruan tinggi Islam Negeri Ar-Raniry (UIN Ar-Raniry),Banda Aceh dengan program studi Pendidikan TeknologiInformasi dan Hukum Ekonomi Syari’ah.

Anak Pertama dari 4 Bersaudara ini lulusan dari Man 1 Aceh Barat Boarding School Program, Aceh Baratdan melanjutkan pendidikannya di Pendidikan Teknologi Informasi dan Hukum Ekonomi Syari’ah di Universitas Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.

Dia merupakan Alumni SPMA dan saat ini ia aktif di beberapa Organisasi di kampus dan diluar kampus Diantarannya adalah: Dema-FTK,Ipelmabar,dan IPMKM