Anti Korupsi

Membangun Generasi Muda Indonesia Jauh Dari Kata Korupsi

Membangun Generasi Muda Indonesia Jauh Dari Kata Korupsi

*Rini trinovita

mahasiswa STKIP BINA BANGSA GETSEMPENA

Korupsi, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), didefinisikan “penyelewengan atau penggelapan uang negara atau perusahaan, dan sebagainya untuk keperluan pribadi”. Sedangkan dalam undang-undang No. 20 tahun 2001 dapat diambil pengertian bahwa korupsi adalah “Tindakan melanggar hukum dengan maksud memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi yang berakibat merugikan keuangan negara atau perekonomian Negara”.

Setiap pergantian tahun selalu saja ada hal hal yang tidak diinginkan, hal yang meresahkan rakyat akibat ulah para koruptor, bagaimana tidak mereka memandang rakyat begitu kecil dan tak mampu menguak kejahatan yang tengah dilakukannya sehingga mereka dengan leluasa  menyeludupkan uang yang bukan haknya lalu menggunakannya atas kepentingan pribadi.

Hal yang wajar jika hal itu mereka lakukan karena godaan syaitan mampu menggoda mereka lalu mempermalukan mereka dikhalayak umum. Para koruptor mampu mengelabui rakyat dimana pembangunan yang harusnya terjadi, pembiayaan sekolah sekolah dan masih banyak lagi itu semua hilang seketika. Dana dana yang ada mereka kantongi demi kepentingan individu hal itu terlihat dari cara mereka berbicara, suatu prekataan yang diucapkan tak sesuai dengan kenyataan dilapangan.

 Apabila hukuman diberlakukan dengan cara memotong tangan para koruptor seperti diberlakukannya di Negara Negara lain, tentulah kasus korupsi tak akan pernah terjadi. Sangat disayangkan, Negara yang kita duduki saat ini jauh dari kata penegasan. Komisi yang dibentuk hanyalah sebuah nama pembangkitan Indonesia masih jauh dari kata sempurna pembelaan terhadap koruptor masih saja ada.

Tanpa bermaksud menghilangkan apresiasi KPK yang selama ini menjadi yang terdepan, akan tetapi sampah sampah korupsi masih menggunung dihadapan kita. Kualitas yang diberikan KPK masih belum bisa mengungguli para koruptor.

Budaya korupsi sudah menjangkiti pejabat Negara mulai dari yang tertinggi hingga yang paling rendah dengan melibatkan pejabat Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif. Jika hal tersebut dibiarkan maka akan membawa Indonesia kejurang kehancuran. Kekuasaan yang semakin tinggi membuat para pejabat mampu menginjak-injak bumi Indonesia yang susah payah dibangun oleh para syuhadah terdahulu.

Tak hanya itu motif utama para koruptor adalah Sumber Daya Alam (SDM) yang kurang menguntungkan, kemerosotan, kemiskinan yang terjadi menimbukan keinginan kuat untuk menyimpang dari jalur yang sudah ditetapkan karena tak ingin mengalami kemiskinan.

Maraknya kasus korupsi didaerah maupun luar daerah sudah lama terdengar ditelinga masyarakat, pada umumnya hal itu masih dianggap sepele bahkan tak dihiraukan oleh KPK. Oknum-oknum tak bertanggung jawab semakin merajalelah bahkan hampir universal.

Kasus-kasus yang terjadi diberbagai daerah antara lain; penyeludupan dana infrastruktur sekolah, penggelapan dana daerah, dugaan suap pengucuran dana otonomi dan masih banyak lagi. Hal itu dilakukan secara sembunyi maupun terang-terangan.

Indonesia hampir diambang kehancuran, korupsi tampaknya seperti erosi yang mengikis dan melemahkan sendi-sendi kebangsaan kita. Perlahan tapi pasti jika hal itu terus dibiarkan menjangkiti Negeri ini maka kegagalan Indonesia sudah didepan mata bumi Indonesia jatuh kepada pejabat yang gila tahta.

Pada tahun-tahun sebelumnya Indonesia memang sudah terkenal ke-koropsiannya, para koruptor mampu mengotak atik dana negara demi kesenangan semata,bahkan hukuman mampu dibeli oleh mereka dan hal itu memang sudah terbukti.

Suatu kasus korupsi melibatkan beberapa pemain yang bergerak dibelakang layar mampu menghasikan dana ratusan bahkan miliyaran rupiah  yang mengakibatkan kemiskinan melanda para rakyat,hak rakyat yang telah direnggut oleh mereka tak dikembalikannya lagi.

Pendidikan pada hakikatnya mengemban tugas mengembangkan nilai luhur kemanusiaan, kedamaian bagi setiap umat manusia keserasian sosial harus tertanam pada diri masing-masing. Suatu ketidakwarajan dilakukan oleh mereka dan kebanyakan sudah tertanam sejak menduduki bangku kepemimpinan.

Undang undang sudah menetapkan larangan tindak pidana korupsi di Indonesia dengan pasal 2 UU No.31 Tahun 1999 mengemukakan bahwa; Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi yang dapat merugikan keuangan Negara atau perekonomian Negara. Tak hanya itu, juga terdapat pada pasal 3 UU No.31 Tahun 1999 yaitu; Setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan Negara atau perekonomian negara. Jelas sudah terterah pada Undang Undang yang telah ditetapkan.

“Bagaimana cara mengatasi itu semua?”

Dalam rangka pencegahan korupsi hendaknya generasi muda diayomi untuk tidak melakukan hal yang sedemikian rupa. Generasi muda anti korupsi harus diajarkan sejak dini agar Negara yang kita cintai tak korupsi berkelanjutan. Menumbuhkan semangat generasi muda patut dilakukan pengembangan ilmu ilmu sosial,kemanusiaan dan pemahaman agama harus diterapkan, membudidayakan rasa tanggung jawab untuk diri sendiri juga orang lain sangat bermanfaat untuk menuju Indonesia cemerlang.

Politik yang digeluti oleh para pemerintah juga harus dipelajari oleh generasi muda agar mudah dalam menyelesaikan suatu perkara. Salah satu cara yang bisa ditempuh pemerintah untuk menumbuhkan semangat anti korupsi terhadap generasi muda yaitu dengan menetapkan hari anti korupsi nasional. Penetapannya bisa berdekatan dengan hari Kebangkitan Nasional, Sumpah Pemuda, atau hari Pahlawan agar momentum nasionalisme dan patriotisme lebih terasa. Hari anti korupsi nasional itu diperingati besar-besaran oleh seluruh rakyat Indonesia, mulai dari anak-anak hingga orang tua melalui kegiatan upacara bendera, seminar, karnaval dan perlombaan-perlombaan seperti perayaan hari besar Nasional pada umumnya..

Pada hari anti korupsi, para koruptor atau mereka yang berniat korupsi pasti akan merasa malu terhadap diri dan bangsanya. Ia akan merasa bahwa ia sedang dicemooh, dihujat dan dikutuk oleh seluruh rakyat Indonesia.

Memang tidak mudah menjadi generasi anti korusi, tapi dengan komitmen Nasional yang kuat hal itu akan mudah dijalani.Menjadi generasi mudah anti korupsi sangatlah bagus selain memperbaiki diri sendiri juga memperbaiki Tanah yang didudukinya. Terciptanya suatu kedamaian, ketenangan akan membuat bumi Indonesia sejaterah dan jauh dari kata sengsara.

Menumbuh kembangankan semangat generasi mudah dapat dilakukan dengan sering mengikuti acara acara yang diselenggarakan oleh para pemerintah, pemberian motivasi bagi para generasi mudah akan cepat meresapi jiwa dan pikirannya agar tidak mengikuti para Koruptor koruptor terdahulu.

Memperlihatkan dampak negatif pada para generasi muda, bahayanya korupsi bagi diri sendiri juga pada orang lain. Kekuasaan yang diduduki tak mampu menyelamatkannya dari jeruji besi,juga Indonesia tak akan menjadi Negara maju akibat ulah yang dilakukannya.

Pengembangan ilmu pengetahuan patut diterapkan apalagi pada era modern saat ini mudah sekali untuk men-sharing ilmu ke media sosial dan mendapatkan informasi. Komunitas komuitas anti korupsi harus dibentuk, pemerintah harus antisipasi dalam hal tersebut sehingga membuat para koruptor takut pada Hal hal yang sedemikian rupa. Generasi muda wajib maju jangan sampai menjadi sampah masyarakat apalagi diinjak oleh para koruptor. Generasi muda wajib ditanamkan pada dirinya rasa jijik terhadap korupsi. (*)

About the author

mustakim mustakim

mustakim mustakim

Add Comment

Click here to post a comment