Anti Korupsi

Membangun Karakter Anak Sejak Usia Dini Untuk Menjadi Pemimpin Yang Jujur Tanpa Korupsi

Membangun Karakter Anak Sejak Usia Dini Untuk Menjadi Pemimpin Yang Jujur Tanpa Korupsi

Oleh: Siti Farah Wahyuni

 

Generasi zaman sekarang sering disebut generasi milenial. Generasi yang banyak menciptakan kreativitas dan ilmu pengetahuan. Bersama ilmu pengetahuan individu berjuang dan memantapkan diri untuk menjadi seorang pemimpin. Menjadi pemimpin bukan hal yang mudah, bukan pula hal yang susah. Semua orang berhak untuk mengeluarkan suara dan mencalonkan diri untuk menjadi pemimpin. Pemimpin yang baik akan melahirkan rakyat yang baik, karena pemimpin adalah model karakter bagi rakyatnya. Tentu saja untuk menjadi pemimpin yang baik seseorang harus memiliki ilmu, sikap dan tanggungjawab. Bukan hanya menjadi pemimpin yang statusnya di atas kertas saja.

Selain itu yang paling penting adalah memiliki sifat jujur dan adil pada civitas kerja dan rakyatnya. Faktanya masih banyak pemimpin yang jauh dari sifat jujur dan adil, sehingga sering mempergunakan hak orang lain untuk kepentingan pribadi, salah satunya adalah korupsi. Mereka terlena dengan kemewahan yang disuguhkan oleh jabatan yang dimiliki dan memberikan dampak yang buruk terhadap rakyatnya.  Jika dibiarkan terus menerus maka akan melahirkan generasi-genarasi muda yang buruk, buruk dalam memimpin, buruk dalam mengelola kewajibannya sebagai pemimpin, dan berpeluang untuk menjadi generasi yang jauh dari keadilan.

Korupsi satu kata yang tidak tabu lagi di kalangan masyarakat. Tak jarang perilaku tidak jujur ini dilakukan oleh individu yang statusnya sebagai pemimpin atau individu yang memiliki wewenang serta jabatan. Sering kali hak yang diperoleh tidak membuat mereka cukup atau puas, sehingga melakukan tindakan korupsi sebagai pilihan jalan yang salah. Kemewahan adalah salah satu tujuan yang ingin diraih oleh orang-orang yang melakukan korupsi. Tak berbikir panjang, hingga cara licikpun dilakukan demi mendapatkan popularitas dan hidup sosialita. Tak sedikit pejabat-pejabat tinggi melakukan tindakan korupsi untuk mencukupi napsunya itu. Tak jarang diberbagai  daerahpun selalu dipenuhi oleh kasus-kasus baru yang bermunculan yang membahas tindakan perilaku korupsi.

Semakin tingginya wewenang seseorang maka semakin banyak peluang yang dimiliki untuk melakukan tindakan korupsi. Karena zaman yang terus menerus berkembangan, generasi akan terus menerus lahir yang dikhawatirkan akan mengikuti perilaku yang tidak bermartabat tersebut. Oleh karena itu, untuk menciptakan generasi yang jauh dari korupsi tentunya ada beberapa hal yang harus dilakukan guna mencegahnya. Pertama adalah orang tua, orang tua sangat berperan penting bagi kehidupan anak. Maka orang tua wajib membentuk karakter dan norma yang baik pada anak, karena orang tua adalah model utama bagi perkembangan anak. Kedua adalah lingkungan, lingkungan yang baik akan mempengaruhi perkembangan individu. Semakin bagus pengaruh lingkungan yang didapatkan maka semakin bagus karakter seorang anak. Ketiga adalah memberikan pendidikan karakter pada anak. Salah satu pembentukan karakter yang dapat diberikan pada anak adalah melalui sekolah pendidikan berkarakter. Sudah banyak sekolah-sekolah yang khusus mengajarkan pendidikan karakter berdiri di tanah air. Tak hanya melalui sekolah pendidikan berkarakter saja, sekolah-sekolah umum lainnya juga bisa  dengan menyelipkan pelajaran yang mengajarkan tentang pembentukan karakter. Akan tetapi, sekolah khusus pendidikan berkarakter lebih di rekomendasikan.

Melalui sekolah, individu mendapatkan ilmu pengetahuan tentang cara bagaimana menentukan karakter yang baik yang mampu mencerdaskan pemikiran dan memiliki sikap yang berkualitas, sehingga karakter tersebut dapat diterapkan oleh individu saat di amanahkan untuk menjadi seorang pemimpin. Semua manusia diciptakan untuk menjadi pemimpin oleh Allah, pemimpin untuk rumah tangga, pemimpin untuk keluarganya dan pemimpin untuk rakyatnya. Seperti yang Allah jelaskan dalam Qur’an surah An-Naml ayat 62 yang artinya: “Bukankah Dia (Allah) yang memperkenankan (do’a) orang yang dalam kesulitan apabila dia berdo’a kepada-Nya dan menghilangkan kesusahan dan menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah (pemimpin) di bumi? Apakah di samping Allah ada Tuhan (yang lain)? Sedikit sekali nikmat Allah yang kamu ingat”.

Dari firman Allah di atas, bisa disimpulkan bahwa semua manusia di bumi adalah khalifah atau pemimpin. Pemimpin untuk dirinya sendiri, pemimpin untuk yang lebih muda dan pemimpin untuk hidupnya. Setelah manusia mampu menjadi pemimpin maka yang dipertanyakan adalah kualitas pimpinannya. Semua orang bisa menjadi pemimpin, tapi hanya sebagian orang yang memiliki kualitas pada rakyat yang dipimpin. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang jujur dan adil serta jauh dari tindakan korupsi. Maka tugas orang tua adalah melahirkan generasi yang baik hingga menghasilkan pemimpin yang baik. Saat ini perkembangan media sosial semakin pesat. Semua alat diciptakan dengan canggih dan luar biasa. Setiap manusia memiliki peluang untuk mempergunakan alat yang telah tersebar di berbagai belahan dunia itu. Maka, tak sedikit dampak negatifpun mampu menyebar luaskan penggunaan alat tersebut. Maka, hindarilah menggunakan alat tersebut ke arah negatif (jauh dari manfaat), namun gunakanlah ke arah yang positif (memiliki banyak manfaat).

Memberikan tontonan yang berkualitas dan pembelajaran untuk anak juga bisa dilakukan oleh orang tua untuk menjadikan contoh yang baik bagi mereka sebagai modal menuju karakter yang lebih baik dan modal positif yang dapat membangkitkan pemikiran dan kognitif anak ke arah yang lebih baik. Selanjutnya, ada beberapa hal yang harus selalu diawasi dan di perhatikan oleh orang tua pada perkembangan anak yaitu menjaga agar anak tidak menonton dan melihat hal-hal tentang tindakan korupsi baik di televisi maupun media sosial. Karena memori anak yang masih sangat cepat perkembagannya mampu menyerap apapun yang mereka terima sehingga tak sedikit dari mereka yang salah paham atau salah dalam mengartikan.

Ingat! Untuk membangun generasi tanpa korupsi harus dilakukan dan ditanamkan sejak usia dini agar tumbuhnya rasa tanggungjawab dan adil pada rakyatnya kelak. Karena pendidikan yang diberikan sejak usia dini pada anak akan mempengaruhi perkembangannya di usia dewasa. Maka untuk mengahasilkan generasi anti korupsi juga harus dilakukan dan ditanamkan sejak anak masih usia dini. Lagi-lagi orang tua adalah salah satu contoh atau model pertama bagi anak untuk menjadi pribadi berkarakter. Orang yang berkarakter akan jauh dari pemikiran untuk melakukan tindakan korupsi, karena mereka mengerti dan paham bahwa perilaku tersebut tidak bermartabat. Jujur, adil, bertanggungjawab, ketika tiga kata itu telah ada maka akan menghasilkan pemimpin yang bijaksanan dan tentunya jauh dari tindakan korupsi.

BIODATA

Siti farah wahyuni adalah mahasiswa S1 program studi psikologi di Universitas Syiah Kuala. Pernah menjadi Sekretaris Departemen Keislaman di Himapsi (himpunan mahasiswa psikologi) pada tahun 2016, dan anggota Fosma di Unsyiah pada tahun 2015. Email: farah.wahyuni856@gmail.com.